Wartawan Pamekasan dan Relawan Gelar Tanam Mangrove dan Bersih-Bersih Pantai

oleh -
https://live.staticflickr.com/65535/49524703402_96e505bc74_b.jpg

Pamekasan, ArahJatim.com – Masih dalam rangkaian acara memperingati Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2020, Forum Wartawan Pamekasan (FWP) bekerjasama dengan Forum Relawan Penanggulangan Bencana (FRPB) menanam 1.000 bibit pohon mangrove dan membersihkan pantai di Pantai Tlanakan, Kecamatan Tlanakan, Minggu (9/2/2020).

Selain rekan-rekan wartawan yang tergabung dalam FWP dan relawan FRPB, acara tersebut juga diikuti anggota Polri-TNI, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Badan Penanggulangan Bencana Daerah Pamekasan (BPBD), Muspika Kecamatan Tlanakan, siswa-siswi pecinta alam se-Pamekasan serta kelompok pegiat peduli lingkungan.

Ketua FWP Dedy Priyanto mengatakan, melalui aksi ini pihaknya ingin menunjukkan bahwa insan pers juga bisa ikut berpartisipasi dalam kegiatan untuk kepentingan masyarakat, seperti menanam mangrove dan bersih-bersih pantai.

“Inilah lingkungan laut kita dan sumber daya alam kita yang harus tetap kita jaga,” ungkapnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pamekasan, Amin Jabir mengatakan acara ini sungguh luar biasa. Ini merupakan bentuk komitmen insan pers dalam mewujudkan Green Indonesia.

“Karena menurut Presiden Republik Indonesia, Green  Indonesia itu harus dimulai dari kabupaten, kami berharap kegiatan ini bisa dilakukan secara berkesinambungan. Apa yang telah diadakan oleh Forum Wartawan Pamekasan(FWP)  merupakan salah satu contoh peduli lingkungan,” ujar Jabir.

Sedangkan Endang Tri Wahyurini, Ketua Kelompok Peduli Mangrove Madura (KPMM) mengaku bangga karena kegiatan ini disambut antusias seluruh elemen dan pegiat lingkungan.

“Rekan-rekan wartawan ternyata peduli juga terhadap lingkungan. Tidak hanya meliput berita, tetapi juga mengadakan even ini bekerja sama dengan kami, juga dengan anak-anak sekolah, masyarakat, dan melibatkan lembaga-lembaga lainnya,” tuturnya.

Sementara, Humas FRPB Pamekasan, Wahyudi mengatakan, “FRPB tetap berkomitmen dalam partisipasi dan inisiasi gerakan kemanusiaan dan lingkungan. Stake holder manapun yang sejalan dengan semangat itu dan akuntabel, pasti akan kita ajak bersinergi bersama dengan semangat mandiri, profesional dan solidaritas.”

“Ayo kita jaga alam agar alam jaga kita dan lindungi anak cucu kita dari ancaman bencana,” pungkasnya.

Penanaman mangrove memang tidak bisa dinikmati dalam jangka pendek, melainkan jangka panjang. Pastinya berguna serta bermanfaat untuk menjaga keseimbangan alam. Semoga bisa bermanfaat bagi kita semua, terutama anak cucu kita nanti. (ndra)