Visitasi Kepemimpinan Nasional Diklatpim II Di Desa Medowo

by -
https://live.staticflickr.com/65535/48550398027_e7409fbc74_b.jpg

Kediri, ArahJatim.com – Desa Medowo Kecamatan Kandangan memiliki beragam potensi yang sangat menarik untuk digali. Di balik potensi yang dimilikinya pasti ada permasalahan yang harus dipecahkan dan dicari solusinya bersama.

Desa yang terletak di ujung timur wilayah Kabupaten Kediri ini mendapat kunjungan dari LAN (Lembaga Admistrasi Nasional) RI program Visitasi Kepemimpinan Nasional Diklatpim II Angkatan XVIII. Sebanyak 14 peserta Diklat PIM II beserta tiga pendamping disambut baik oleh Kepala Desa Medowo dan jajaran perangkatnya.

Kali ini peserta diklat berfokus pada permasalahan peternakan dengan limbah kotoran ternak. Mereka ingin mengetahui apakah limbah dibuang begitu saja, ataukah dimanfaatkan menjadi biogas yang berguna bagi masyarakat.

Pada kesempatan tersebut Kades Medowo Sujarwo memaparkan secara lengkap potensi dan permasalahan yang ada di desanya, mulai dari wisata desa, peternakan sapi perah, kultur budaya serta agama.

“Dari sektor wisata kami memiliki tempat wisata yang cukup dikenal oleh masyarakat yaitu Bukit Gandrung Tanggulasi. Promosi gencar kami lakukan agar wisata ini makin dikenal masyarakat luas,” terang Sujarwo.

Untuk sektor peternakan, lanjut Sujarwo, terdapat 1.200 ekor sapi yang menghasilkan susu kurang lebih 10-13 ton perhari, yang kemudian dikirim ke KUD. Di sini timbul permasalahan, karena masih ada warga yang membuang limbah ternak ke sungai dan mengakibatkan pencemaran.

Dijelaskan oleh Kades, terdapat 300 biogas di Medowo yang tersebar di tiap kandang peternak. Walaupun jumlahnya banyak tapi setiap biogas hanya mampu menampung kotoran dari 2-3 ekor sapi. Kemudian kotoran yang lainnya mencemari sungai.

Usai pemaparan oleh Kades Medowo, dilaksanakan diskusi dan tanya jawab antara peserta diklat dengan para peternak dan pengelola wisata serta Bumdes. Dilanjutkan kunjungan peserta ke lokasi biogas dan peternakan sapi perah warga.

Ketua rombongan, Muhammad Abidin, SE, Ak. ditemui usai kegiatan menjelaskan, kegiatan visitasi ini untuk melihat langsung Desa Medowo dan membantu mencari solusi yang tepat bagi masyarakat sekitar.

“Sektor peternakan yang dikelola sudah sangat baik. Ada kerjasama dari pihak swasta yang menampung hasil susu. Kemudian dari Dinas Lingkungan Hidup juga sudah membantu membuatkan unit pengolah kotoran sapi menjadi biogas, walaupun masih belum seluruhnya tertangani. Ke depan harus ada pihak-pihak yang serius dalam menangani hal ini, misalnya bantuan yang nyata seperti teknologi untuk biogas. Tidak hanya untuk kompor saja, tapi juga bisa untuk penerangan/lampu,” urai Muhammad Abidin. (Kominfo)