Viral Hidangan Basi di Acara Resepsi Kerabat Menteri, Owner Denies Catering Angkat Bicara

oleh -
Uang pengembalian 50 persen dari total biaya katering sebagai kesepakatan ganti rugi. (Foto: arahjatim.com/ndra)

Pamekasan, ArahJatim.com – Salah seorang kerabat Menkopolhukam Mahfud MD sukses menggelar acara resepsi pernikahan di gedung resepsi termegah di Kabupaten Pamekasan. Resepsi yang digelar dengan konsep mewah tersebut dihadiri sejumlah tamu undangan, di antaranya pejabat tinggi seperti Mahfud MD, Bupati Pamekasan, Wakil Bupati Pamekasan dan pejabat lainnya.

Namun belakangan viral beredar di berbagai media online pernyataan Sri Sukmana Damayanti selaku tuan rumah acara tersebut tentang buruknya kualitas hidangan yang disediakan oleh pihak katering. Sontak acara tersebut menjadi sorotan masyarakat.

Viralnya pernyataan Sri Sukmana sendiri akibat adanya dugaan makanan yang dihidangkan kepada tamu sudah basi sehingga tamu yang memakannya mengalami diare usai acara.

arahjatim new community
arahjatim new community

Menanggapi viralnya kabar tesebut, Dimas Aditya sebagai pemilik Denies Cafe yang menyediakan hidangan untuk acara tersebut memberikan pernyataannya.

“Biar semua tahu bahwa budgetnya hanya berkisar Rp18.000 per orang mas, dan itu pesannya sudah satu tahun lalu (2021, red.), seperti harga di acara pertunangannya. Dari awal juga kami sampaikan harus menerima apa adanya sesuai dengan budget atau harga yang sudah deal dari pihak pemesan yang punya acara,” tegas Dimas, Jumat (13/5/2022).

Paket menu yang dipercayakan kepada Denies Cafe dan sudah disepakati tersebut berisi nasi, lauk dan air merupakan sebuah sajian yang disiapkan sebagai konsumsi di acara pernikahan besar tersebut.

“Harga Rp18.000 yang berisi nasi, lauk dan air. Jika dibilang basi tidak mungkin, karena teman-teman saya yang kebetulan juga ada di sana tidak merasakan hal yang aneh dengan nasi kotak yang kami sediakan, bahkan saya dan orang tua saya tidak apa-apa,” ujar Dimas.

Namun karena merasa ditipu dan dirugikan, pihak Sukma meminta ganti rugi kepada penyedia katering sebesar 100 persen. Tetapi dengan alasan keterbatasan dana, pihak katering hanya menyanggupi membayar ganti rugi sebesar 50 persen atau Rp7,5 juta dari total Rp15 juta.

”Alhamdulillah saya sudah mengikuti permintaan konsumen saya mas. Saya dituntut untuk minta maaf secara video sudah kami lakukan. Dan kami sudah mengganti rugi sebesar 50 persen dari budget,” tutup Dimas kepada media.

Sementara hingga berita ini dinaikkan belum ada konfirmasi dari pihak Sri Sukmana Damayanti. (ndra)

No More Posts Available.

No more pages to load.