Banyuwangi, ArahJatim.com – Kabar temuan mayat wanita yang hangus terbakar di kebun di Dusun Kedawung, Desa Pondok Nongko, Kecamatan Kabat, Banyuwangi, langsung viral di media sosial. Meski pihak kepolisian belum mengungkap secara pasti siapa sosok korban, namun netizen di grup-grup Facebook maupun Whatsapp banyak yang menduga korban adalah wanita muda berinisial RS warga Dusun Papring, Kelurahan Kalipuro, Banyuwangi.
Netizen secara berantai membagikan diduga foto korban berinisial RS lengkap dengan keterangan, dan meyakinkan bahwa RS adalah mayat wanita terbakar. Informasi dari netizen bukanlah tanpa alasan. Melihat dari ciri-ciri barang bukti yang ditemukan polisi di tempat kejadian perkara (TKP) berupa sepasang sandal berwarna coklat, dan helm berwarna merah muda juga sangat identik dengan barang milik RS.
Selain itu, secara kebetulan RS memang sudah dua hari terakhir tidak pulang ke rumahnya di Dusun Papring. Menelusuri informasi yang berkembang di media social, sejumlah wartawan dari berbagai media mencoba mendatangi rumah RS di Dusun Papring. Cepatnya informasi yang beredar juga membuat keluarga RS menjadi was-was akan kabar memilukan tersebut.
Baca juga:
- Geger Mayat Wanita Tewas Terbakar di Kebun.
- Mayat Bergelang PS Sleman Ditemukan Membusuk di Pantai Alas Purwo.
- Mayat Perempuan Tergeletak Di Pinggir Rel KA, Keluarga Curigai Kematiannya.
Meski belum dipastikan, mayat wanita terbakar tersebut benar-benar RS, pihak keluarga akhirnya ikut larut mempercayai kabar-kabar yang sudah tersiar di media sosial. Salah satu tetangga korban mengatakan bahwa wanita muda berinisial RS memang sudah dua hari ini tidak pulang ke rumahnya.
“Ini masih dugaan, tapi sandal dan helm yang ditemukan polisi di TKP temuan mayat terbakar di Kedawung, Pondok Nongko itu identik dengan milik RS. Kebetulan RS juga tidak pulang ke rumahnya dua hari terakhir ini. Handphone-nya dihubungi juga tidak aktif. RS itu biasanya keluar rumah menggunakan sepeda motor matic, tapi di lokasi temuan mayat tadi tidak ada sepeda motor. Usia RS sekitar 17 tahunan. Sudah menikah kok orangnya, menikah siri. Tapi kayaknya sudah lama pisah, ” kata Hariyadi saat ditemui sejumlah wartawan di Dusun Papring, Sabtu (25/1/2010) malam.
Hariyadi menambahkan, terkait adanya informasi tersebut, orang tua RS sudah dipanggil pihak kepolisian untuk dimintai keterangan. Rencananya orang tua RS juga akan dites DNA untuk memastikan benar tidaknya mayat wanita terbakar tersebut adalah RS.
“Sudah diperiksa polisi katanya mau dites DNA dulu. Meski ini belum dipastikan RS, tapi kedua orang tua korban sangat syok. Bapak ibuknya RS ini berulangkali pingsan karena takut kalau mayat terbakar itu benar-benar RS. Intinya pihak keluarga dan warga di sini juga masih penasaran dan masih belum bisa memastikan kalau mayat itu benar benar RS. Mudah-mudahan polisi bisa segera mengungkap, biar tidak simpang siur,” tambah pria yang mengaku sebagai tokoh pemuda di Lingkungan Papring, Kelurahan Kalipuro.

Sementara itu, hingga kini pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait informasi identitas mayat terbakar itu. Apakah benar RS atau bukan. Pihak kepolisian masih menunggu Tim Labfor DVI Polda Jawa Timur untuk melakukan tes DNA. Sebab wajah korban sudah tidak bisa dikenali lagi lantaran kondisinya hangus terbakar.
Seperti diberitakan sebelumnya, mayat wanita dalam kondisi hangus terbakar ditemukan warga di sebuah kebun di Dusun Kedawung, Desa Pondok Nongko, Kecamatan Kabat. Temuan ini menggegerkan warga lantaran kondisi korban saat ditemukan sangat mengenaskan. 98 persen tubuhnya sudah hangus terbakar, tengkurap di atas tumpukan jerami dan bambu yang sudah jadi arang.
“Dugaan pembunuhan bisa iya bisa tidak. Kita masih fokus melakukan autopsi mayat dan kita akan datangkan tim DVI Polda Jatim. Untuk mengungkap kasus ini, kerja awal yang harus kita lakukan adalah mencari tahu siapa sosok mayat atau identitas dari wanita terbakar ini. Polisi tidak boleh beranda-andai. Kita tunggu dulu hasil autopsi. Meski begitu informasi-informasi yang masuk tetap kita tampung guna keperluan pengungkapan kasus,” tegas Kombes Pol. Arman Amara Syarifuddin, Kapolresta Banyuwangi. (ful)












