UMKM Kediri Go Nasional: Produk Madu Mongso Bu Binti Jadi Primadona Pemudik Kalimantan

oleh -
oleh
Berbagai varian hantaran tradisional mulai dari jenang, wajik, hingga jadah produksi Binti Sholihah yang dibanderol mulai harga Rp100.000. Meski harga bahan baku ketan sedang naik, Bu Binti tetap menjaga harga stabil dengan terus memproduksi penganan fresh setiap harinya demi kepuasan pelanggan setianya di seluruh Indonesia.

Kediri, ArahJatim.com – Menjelang Idul Fitri kemarin, geliat industri penganan tradisional di Kediri mengalami lonjakan luar biasa. Binti Sholihah, salah satu produsen sukses di Dahu Jatirejo banyakan kab Kediri, membagikan kisahnya dalam mengelola pesanan yang mencapai angka fantastis 8,5 ton demi memenuhi kebutuhan pasar dari berbagai pelosok Nusantara.

​Meski bahan baku utama seperti ketan dan gula mengalami kenaikan, Binti memilih strategi unik dengan tidak menaikkan harga jual. Ia lebih memilih memperbesar volume produksi dan memperluas jangkauan pasar hingga ke luar pulau.

​Melayani Hantaran Hingga Kalimantan dan Papua

​Produk buatan Binti kini tidak hanya dinikmati warga lokal Kediri. Berkat sistem pengiriman yang terintegrasi, penganan produksinya telah menjangkau wilayah Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua.

pasang iklan_rev3

​”Produksi kami dilakukan setiap hari, jadi barang selalu fresh. Untuk pesanan Lebaran, paling banyak justru datang dari luar pulau,” ungkap Binti ditempat rumah pengelolaan madu mongso, Selasa, (14/4/2026)

​Untuk memudahkan konsumen yang ingin memberikan buah tangan atau seserahan, Binti menyediakan berbagai pilihan paket hantaran dengan rincian harga sebagai berikut:

Paket Hantaran Jenang:

​Ukuran 2 kg seharga Rp140.000

​Ukuran 2,5 kg seharga Rp170.000

​Ukuran 3 kg seharga Rp200.000

Paket Hantaran Wajik:

​Ukuran 2 kg seharga Rp110.000

​Ukuran 2,5 kg seharga Rp130.000

​Ukuran 3 kg seharga Rp150.000

Paket Hantaran Jadah:

​Ukuran 2 kg seharga Rp100.000

​Ukuran 2,5 kg seharga Rp120.000

​Ukuran 3 kg seharga Rp140.000

​Selain paket hantaran, tersedia juga kemasan praktis menggunakan thinwall atau besek. Untuk jenang kemasan 1 kg dibanderol seharga Rp60.000, sementara wajik 1 kg seharga Rp45.000.

​Menjaga Kualitas dan Edukasi Ketahanan Produk

​Salah satu kunci sukses Binti dalam melayani pengiriman luar pulau adalah transparansi mengenai ketahanan produk. Karena dibuat setiap hari tanpa bahan pengawet berlebih, setiap penganan memiliki masa simpan yang berbeda-beda.

​Madu Mongso menjadi primadona untuk pengiriman jauh karena mampu bertahan hingga 2-3 bulan. Sementara itu, jenang memiliki ketahanan hingga 1 minggu, wajik sekitar 2-3 hari, dan jadah yang paling sensitif hanya bertahan 1 hari saja.

​”Madu Mongso memang paling diunggulkan karena keawetannya. Kalau jenang dan wajik, kita pastikan kirim yang paling baru matang agar sampai di tujuan masih dalam kondisi prima,” tambahnya.

​Berdayakan 50 Karyawan demi Kejar Target

​Untuk menyelesaikan target produksi yang masif, Binti memberdayakan sekitar 50 karyawan. Proses pembungkusan Madu Mongso yang kecil-kecil dan memerlukan ketelitian dikerjakan oleh tim khusus berjumlah 20 orang.

​Strategi “subsidi silang” yang diterapkan Binti terbukti ampuh. Dengan menjaga harga tetap stabil di tengah naiknya harga ketan, kepercayaan pelanggan justru meningkat, yang berujung pada bertambahnya jumlah pembeli baru setiap tahunnya. (das) 

No More Posts Available.

No more pages to load.