Turut Bersimpati, Tim Mabes Polri Kunjungi Keluarga Petugas KPPS Yang Meninggal Dunia

by -
https://live.staticflickr.com/65535/48048054456_ff63850089_b.jpg
Tim Mabes Polri menyampaikan simpati kepada kepada keluarga almarhum Nanang Subiyanto, yang meninggal dunia seusai menjalankan tugas sebagai petugas KPPS April lalu. (Foto: arahjatim.com/ful)

Banyuwangi, Arahjatm.com – Kematian Nanang Subiyanto yang meninggal dunia seusai menjalankan tugas sebagai petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) pada Pemilu serentak April lalu mendapat simpati dari tim Mabes Polri. Tim Mabes Polri yang diwakili Kakorbinmas Irjen Pol. Herry Wibowo dan Kombes Pol. Rusdianto dari Sespusdokkes didampingi Kapolres Banyuwangi AKBP Taufik Herdiansah Zeinardi mengunjungi rumah keluarga almarhum di Jalan Sumbersawo Kelurahan Tukangkayu, Banyuwangi, Minggu (2/6/2019).

“Kita menyampaikan bela sungkawa atas meninggalnya pahlawan demokrasi Pak Nanang Subiyanto. Tentunya perjuangan beliau dalam menegakkan demokrasi perlu diapresiasi,” ujar Kakorbinmas Irjen Pol. Herry Wibowo kepada wartawan.

Herry menambahkan, perjuangan para petugas Pemilu 2019 sangat berat. Diduga karena kelelahan, banyak petugas yang jatuh sakit dan meninggal dunia hingga membuat sejumlah pihak merasa prihatin.

Baca juga:

“Kami datang memberikan tali asih kepada keluarga almarhum Pak Nanang. Semoga bisa diterima dan menjadi pengobat rasa prihatin,” tambah Herry.

Sementara itu, kehadiran Tim Mabes Polri disambut hangat oleh Juwairiyah, istri almarhum Nanang Subiyanto. Keluarga mengaku sangat terharu dan berterima kasih atas kehadirannya. Atas kepergian almarhum, keluarga besar mengaku ikhlas, apalagi meninggal saat menjalankan proses demokrasi .

“Kami sekeluarga mengucapkan banyak terima kasih atas kehadiran bapak polisi. Semoga ini menjadi doa yang sampai kepada almarhum. Kita sekeluarga sudah ikhlas menerima kepergian bapak,” ujar Hariyah.

Sebelumnya, Nanang Subiyanto yang juga Ketua KPPS di TPS 28 Kelurahan, Tukangkayu, Kecamatan Banyuwangi meninggal dunia dua hari usai pelaksanaan pencoblosan tanggal 17 April 2019 lalu. Diduga Nanang Subianto meninggal akibat kelelahan yang membuat dirinya tiba-tiba jatuh sakit. Almarhum sempat dibawa ke rumah sakit setempat, namun nyawanya tidak tertolong. (ful)