
Banyuwangi, ArahJatim.com – Kabar meninggalnya salah seorang petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) menyisakan duka mendalam. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Banyuwangi turut menyampaikan duka cita. Sejumlah komisioner KPU mendatangi rumah duka di Kelurahan Tukangkayu, Rabu (24/4/2019) siang.
Dari data KPU Banyuwangi, korban meninggal dunia selain ketua KPPS bernama Nanang Subiyanto, ada satu lagi anggota Linmas bernama, Miseni yang bertugas di TPS, 06 Desa Sidodadi, Kecamatan, Wongsorejo juga meninggal dunia. Selain dua orang meninggal dunia, hingga saat ini ada delapan orang yang masih dirawat di rumah sakit karena kelelahan akibat beban kerja yang berat selama hampir sepekan demi menyukseskan pemilu serentak 2019.
“Memang benar, sesuai data yang kita dapatkan ada 2 orang petugas yang meninggal dunia dan 8 orang yang masih dirawat. Mereka kerja keras selama 5 hari. Mulai dari persiapan pembuatan TPS, pemungutan dan penghitungan suara hingga rekapitulasi di Kelurahan atau desa,” ujar Edy Syaiful Anwar, Komisioner KPU Banyuwangi.
Edy Syaiful Anwar juga menambahkan, untuk para pahlawan demokrasi saat ini KPU Banyuwangi masih melakukan pendataan. Nantinya data tersebut akan diserahkan kepada KPU Provinsi Jawa Timur dan KPU Pusat untuk pemberian santunan. Seluruh staf beserta komisioner KPU juga berencana menyambangi sejumlah petugas KPPS yang sakit dan masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit guna memberikan dukungan dan mendoakan agar lekas sembuh.
Baca Juga :
- Tiga Petugas KPPS Di Lumajang Meninggal Dunia, Belasan Jatuh SakitÂ
- Diduga Kelelahan, Ketua KPPS Di Banyuwangi Meninggal DuniaÂ
“Santunan dari KPU memang belum ada. Tapi sementara pakai uang pribadi. Saat ini kita masih lakukan pendataan untuk pengajuan santunan untuk kelauraga korban ke KPU Provinsi dan Pusat. Kita juga akan nyambangi teman-teman yang sakit untuk memberikan support ikut mendoakan agar cepat sembuh,” pungkas, Edy. (ful)










