Kediri, ArahJatim.com – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Kediri resmi menggelar Musyawarah Cabang (MUSCAB) X pada Sabtu, 02 Mei 2026. Bertempat di kantor DPC PPP, Jalan Bagawanta Bhari, Gogorante, Ngasem, momentum ini menjadi tonggak sejarah bagi partai berlambang Ka’bah tersebut untuk melakukan transformasi besar-besaran di Bumi Panjalu.
Dengan tema besar “Transformasi PPP untuk Indonesia”, Muscab kali ini bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan ajang konsolidasi kekuatan untuk merebut kembali kejayaan partai pada pemilu mendatang.
Target Realistis: Bidik Tiga Kursi Legislatif
Ketua DPC PPP Kabupaten Kediri, Ir. H. Setyo Budhi, MM, menegaskan bahwa target utama dalam waktu dekat adalah mengamankan setidaknya tiga kursi di DPRD Kabupaten Kediri. Ia menyebutkan fokus pemenangan akan diarahkan secara strategis pada dapil-dapil potensial.
”Insya Allah kita selalu berusaha sekuat tenaga demi kejayaan PPP. Target tiga kursi ini sangat realistis. Kami akan arahkan kekuatan ke Dapil 2, Dapil 4, dan wilayah lainnya,” ujar Setyo Budhi saat ditemui di lokasi acara.
Ia juga menekankan pentingnya keteladanan dalam kepemimpinan untuk memacu semangat para kader di akar rumput. “Saya berusaha memberikan contoh agar rekan-rekan lebih bersemangat. Kita harapkan Muscab ini menghasilkan tim formatur yang mampu memilih pengurus harian serta ketua yang benar-benar bisa diandalkan dan militan memperjuangkan partai,” tambahnya.
PPP Inklusif: Terbuka untuk Milenial dan Ormas
Senada dengan semangat transformasi, Sekretaris DPW PPP Jawa Timur, M. Zainul Arifin, SP, yang turut hadir dalam acara tersebut, menjelaskan bahwa Muscab adalah amanat konstitusi partai (AD/ART) yang wajib dilaksanakan setelah perhelatan Muktamar dan Muswil.
Zainul menggarisbawahi perubahan paradigma partai yang kini semakin terbuka. Berdasarkan Peraturan Organisasi (PO) Nomor 16 Tahun 2025, PPP kini memosisikan diri sebagai partai inklusif.
”PPP hari ini sangat inklusif. Kami membuka pintu selebar-lebarnya bagi seluruh lapisan masyarakat di Kediri. Kami mengajak jajaran formasi dari PMII, Ansor, Banser, Karang Taruna, hingga organisasi lainnya untuk bergabung dan berjuang bersama,” tegas Zainul Arifin.
Membangun Struktur Hingga Tingkat Ranting
Langkah konkret pasca-Muscab X ini adalah percepatan pembentukan struktur organisasi di level bawah. Setelah Surat Keputusan (SK) kepengurusan baru terbit, DPC diinstruksikan segera menggelar Musyawarah Anak Cabang (Musancab) dan Musyawarah Ranting (Musran).
”Kuncinya adalah struktur yang terbangun dengan baik hingga tingkat ranting. Bukan sekadar ada secara administratif, tapi komunikasi politiknya harus jalan. Jika mesin partai ini hidup sampai ke desa-desa, saya yakin PPP akan kembali menuju kejayaannya,” pungkas Zainul.
Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh delegasi dari berbagai kecamatan se-Kabupaten Kediri, menunjukkan soliditas kader dalam menyongsong arah baru PPP yang lebih modern dan adaptif terhadap perubahan zaman. (das)











