Kediri, ArahJatim.com – Masyarakat Desa Kunjang, Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri mendadak gempar pada Rabu (21/1/2026) pagi. Seorang ibu lanjut usia menjadi korban penusukan brutal yang diduga dilakukan oleh anak kandungnya sendiri di dalam rumahnya.
Korban diketahui bernama Tumiyatun (69), seorang penjual nasi pecel tumpang. Ia harus dilarikan ke rumah sakit setelah menderita luka tusuk serius di beberapa bagian tubuhnya.
Kronologi Kejadian: Teriakan Histeris di Pagi Hari
Peristiwa berdarah ini terjadi sekitar pukul 08.00 WIB. Menurut saksi mata, ER (45), yang merupakan tetangga korban, suasana lingkungan awalnya terasa biasa saja. Namun, tiba-tiba terdengar teriakan histeris yang memecah keheningan.
”Saya sedang memasak di dapur, lalu dengar teriak-teriak. Awalnya saya kira cekcok biasa karena memang sering terdengar ribut. Tapi ternyata warga sudah banyak berkumpul di depan rumah korban,” ujar ER kepada awak media.
Saat ER masuk ke dalam rumah yang kondisinya gelap, ia menemukan korban dalam posisi tengkurap di atas tempat tidur dengan kondisi bersimbah darah.
”Lampu gelap, darah sudah di mana-mana. Ada luka di punggung, bahu kiri, dan perut. Saat itu korban masih sadar dan sempat menyebut nama pelaku,” tambahnya.
Pelaku Sempat Kabur Sebelum Menyerahkan Diri
Usai melakukan aksinya, pelaku yang diidentifikasi Kusnadi alias Tajab (50) seorang tukang rosok yang berdomisili di Dusun Sidodadi, Desa Sidomulyo Kecamatan Purwoasri, sempat terlihat keluar rumah dan pergi menggunakan sepeda motor dengan santai. Sementara itu, warga langsung mengevakuasi korban ke Puskesmas terdekat sebelum akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Kabupaten Kediri (RSKK) Pare untuk penanganan intensif.
Menariknya, pelarian pelaku tidak berlangsung lama. Alih-alih bersembunyi, Kusnadi justru mendatangi kantor polisi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Kapolsek Kunjang, AKP Udi Waluyo, mengonfirmasi bahwa pelaku menyerahkan diri sekitar pukul 10.00 WIB.
”Tersangka datang sendiri ke Polsek menggunakan sepeda motornya setelah sempat kami lakukan penyelidikan di lapangan,” jelas AKP Udi Waluyo.

Diduga Mengidap Gangguan Jiwa
Pihak kepolisian mengamankan barang bukti berupa senjata tajam jenis pisau sepanjang kurang lebih 30 sentimeter yang diduga digunakan pelaku untuk menganiaya ibu kandungnya.
Mengenai motif di balik aksi nekat tersebut, AKP Udi menyebutkan adanya indikasi masalah kesehatan mental pada diri pelaku.
”Informasi awal, tersangka diduga memiliki gejala gangguan jiwa. Namun, kami akan melakukan pendalaman lebih lanjut. Saat ini kasus tersebut telah dilimpahkan ke Polres Kediri untuk proses penyidikan lebih lanjut,” tandasnya.
Hingga berita ini diturunkan, korban masih menjalani perawatan medis akibat luka serius di bagian perut dan punggung. Kasus memilukan ini kini menjadi perhatian serius aparat penegak hukum di wilayah Kediri. (das)











