Terlibat Kasus Hukum, Kepala Sekolah SDN Kompol 02 Dimutasi

oleh -

Bangkalan, Arahjatim.com – Lima tahun menjabat sebagai Kepala Sekolah SDN Kompol 02 Kecamatan Geger Bangkalan, Choiriyah Mustofi dimutasi karena dugaan pemotongan gaji Honorer meminta maaf kepada guru dan wali murid.

“Saya selama ini minta maaf sebesar-besarnya, saya disini sudah lima tahun takut ada kata yang menyenangkan atau prilaku saya yang tidak sesuai dengan yang dikehendaki wali murid,” ucap Choiriyah singkat. Kamis (9/7/2020)

Sebelum dari terjadinya kejanggalan dengan adanya pemotongan gaji guru Honorer tersebut, wali murid melakukan aksi di SDN Kompol 02 dan mempertanyakan terkait pemotongan gaji yang dikembalikan ke sekolah untuk apa.

Dari polemik itu, Choiriyah Mustofi Kepala Sekolah SDN Kompol 02 di laporkan kepada pihak Kepolisian dan dimutasi dari jabatannya.

Dilain pihak Kepala Bidang (Kabid) SD Dinas Pendidikan, Moh. Ya’kub saat menghadiri serah terima jabatan di SDN Kompol 02 mengatakan pada intinya Kepala Sekolah yang lama bisa melakukan silaturahmi dengan wali murid.

“Karena dia sudah tidak lagi di sekolah ini, urusan kasus hukumnya kita pasrahkan sepenuhnya pada pihak yang berwajib,” katanya.

Dirinya mengaku langkah ini supaya mantan Kepala Sekolah dengan wali murid SDN Kompol 02 bisa sama-sama memaafkan. Akan tetapi urusan hukum biar menjadi urusan dengan pihak yang berwenang.

Tak hanya itu, Choiriyah Mustofi kata Ya’kub karena status hukumnya yang belum jelas sementara masih di tempatkan di Korwil.

“Selama belum ada kejelasan, kita belum bisa memutuskan posisinya dimana. Untuk mengisi kekosongan jabatan Kepala Sekolah Sementara masih PLT,” ujar Ya’kub.

Dirinya berharap terhadap SDN Kompol 02 ke depan bisa berjalan lebih maju. Baik prestasi akademik maupun non akademik.

“PLT di sini tadi sudah saya perintahkan untuk lebih banyak disini. Meskipun definitif di SDN Kampak 05 di sana sudah jalan, karena di sini yang membutuhkan lebih banyak perhatian,” harap Ya’kub.

Sementara Kuasa Hukum Wali Murid SDN Kompol 02 Moch. Taufik, SH dalam proses hukum Choiriyah, selaku mantan Kepala Sekolah yang diduga melakukan pemotongan gaji honorer. Dirinya berharap terhadap pihak kepolisian untuk tetap profesional.

“Kami harap pihak Kepolisian tetap profesional dalam mengungkap kasus ini. Tidak boleh ada intervensi dari pihak manapun. Bukan hanya di sini tapi di sekolah lain juga,” tutur Taufik. (fat/rd/fm)