Banyuwangi, Arahjatim.com – Seorang teknisi TV kabel tewas di atap rumah warga saat melakukan perawatan jaringan di rumah pelanggannya di Lingkungan Sukowidi, Kelurahan Klatak, Banyuwangi, Rabu (21/8/2019) sore. Proses evakuasi korban yang diketahui bernama Didik Haryanto (45), warga Jalan Ikan Wader Pari, Kelurahan Karangrejo, Banyuwangi berlangsung cukup dramatis.
Lokasi tewasnya korban yang berada di atas atap rumah, membuat warga kesulitan untuk mengevakuasi. Dengan peralatan seadanya, akhirnya warga berhasil menurunkan jasad korban dari atap untuk selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Blambangan menggunakan truk.
Menurut keterangan Heri Rusdianto, rekan kerja korban, sebelum tewas Didik sempat minum kopi bersama di warung. Usai minum kopi, korban pamit kembali bekerja memasang kabel input yang ada di atap rumah pelanggannya seorang diri. Baru beberapa menit di atap, tubuh korban tidak bergerak dengan posisi duduk di atas genteng.
Lantaran curiga ada yang tidak beres, Heri naik ke atap rumah bermaksud membangunkan korban. Namun korban tak kunjung bangun.
”Waktu saya masih di bawah saya melihat Pak Didik posisinya duduk seperti orang tidur. Saya curiga ada yang aneh. Saya naik ke atap rumah untuk bangunkan, tapi gak bangun. Saya coba kasih minum air putih juga gak tertelan. Sampai saya tepuk-tepuk dadanya juga gak ada respon. Akhirnya saya minta tolong warga sekitar untuk menurunkan dan langsung kita bawa ke RSUD dengan truk,” kata Heri.
Sementara itu, dari keterangan tim medis, RSUD Blambangan, kemungkinan korban sudah tewas saat berada di atas atap rumah. Tim medis juga tidak menemukan tanda-tanda korban tewas tersengat listrik. Diduga kuat, korban tewas lantaran terkena serangan jantung.
Setelah melalui proses pemeriksaan di kamar mayat RSUD Blambangan, jenazah korban langsung diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan.
”Kata dokter tadi tidak ditemukan tanda-tanda kesetrum. Kemungkinan serangan jantung. Waktu saya naik ke atas atap juga tidak ada daya listrik sama sekali. Kalau almarhum terkena sengatan listrik, saya dan warga yang menolong pasti tersengat listrik juga,” pungkas Heri. (ful)











