Banyuwangi, ArahJatim.com – Tarian Seblang adalah ritual unik warga Desa Olehsari, Kecamatan Glagah, Kabupaten, Banyuwangi yang biasa digelar setiap bulan Syawal sesuai kalender Jawa. Dalam ritual yang sarat dengan nuansa mistis ini penari Seblang akan menari selama 7 hari berturut-turut.
Untuk menjadi penari Seblang tidaklah mudah dan tidak bisa sembarangan wanita bisa dijadikan penari. Penari seblang haruslah masih gadis yang belum menstruasi dan mempunyai pertalian darah dengan leluhur Seblang.
Untuk mendapatkan penari Seblang, para tokoh agama dan sesepuh desa setempat sebelumnya akan melaksanakan proses meditasi dan meminta petunjuk di makam mbah Ketut, leluhur Seblang. Kali ini penari yang ditunjuk adalah Susy Susanti (18). Bahkan, Susy yang merupakan penari generasi ke 30 dari sekian banyak penari Seblang, sudah dua kali ditunjuk jadi penari, sejak tahun 2018 lalu.
“Ritual ini rutin digelar setiap lebaran. Untuk penarinya harus ada hubungan darah dari leluhur Seblang, mbah Ketut. Kalau tidak memiliki persaudaraan gak bisa jadi penari. Sekarang yang jadi penari Susy. Sudah dua tahun ini Susy jadi penari,” ungkap Misnadi warga setempat
Bagi masyarakat setempat, ritual tarian Sablang yang sudah ada sejak ratusan tahun tersebut, selain untuk melestarikan budaya warisan leluhur mereka juga dijadikan lambang kemakmuran dan ungkapan rasa syukur atas limpahan rezeki serta diberikan keselamatan oleh yang maha kuasa sekaligus sebagai tolak bala agar warga masyarakat terhindar dari marabahaya.
“Ini kan budaya warisan nenek moyang, harus dilestarikan agar tidak hilang. Tarian ini juga untuk keselamatan dan tolak bala agar terhindar dari marabahaya. Kalau tidak dilaksanakan, khawatir akan terjadi apa-apa di desa kami,” pungkas Misnadi. (ful)











