Tak Dituruti Permintaannya, Anak Pukuli Wajah Ibunya Hingga Bocor

oleh
oleh
https://live.staticflickr.com/65535/49350449567_f4b9c151fa_b.jpg
Kasat Reskrim Polres Blitar kota AKP Heri Sugiono menunjukkan foto korban yang terluka di wajahnya. (Foto: arahjatim.com/mua)

Blitar, ArahJatim.com – Lantaran tidak dituruti permintaanya saat meminta uang kepada ibunya, Asfi Rori (35) warga Desa Kebonduren, Kecamatan Ponggok Kabupaten Blitar, tega menganiaya ibu kandungnya sendiri, yakni Siti Fatmi (77) hingga mengalami luka serius di bagian wajah.

Kasatreskrim Polres Blitar Kota, AKP  Heri Sugiono mengatakan pelaku tega menganiaya ibu kandungnya karena tidak dituruti saat meminta uang. Uang itu rencanannya akan digunakan pelaku untuk membayar hutang kepada temannya sebesar Rp 1.300.000.

Namun karena sedang tidak memegang uang, korban menjanjikan akan memberikan uang kepada pelaku jika sudah mendapatkan pinjaman dari tetanggannya.

pasang iklan_rev3

Baca juga:

Mendengar pernyataan korban, pelaku tidak terima dan langsung menghujani pukulan ke ibu kandungnya yang sudah renta tersebut. Pukulan pelaku mengenai pelipis kiri korban hingga menyebabkan luka robek dan mengeluarkan darah segar.

“Pelaku tak lain adalah anak kandung korban sendiri. Pelaku menganiaya ibunya setelah awalnya meminta uang untuk membayar hutang namun tidak dikasih oleh korban,” kata Kasatreskrim Polres Blitar Kota AKP Heri Sugiono,  Rabu (8/1/2020).

Akibat aksi pemukulan tersebut, korban yang mengalami luka bengkak dan robek harus menjalani perawatan medis di Puskesmas Ponggok. Sementara pelaku diamankan di Mapolres Blitar Kota.

Kepada polisi pelaku mengaku jengkel kepada korban sehingga secara spontan memukul ibu kandungnya.

“Saya spontan saja memukul. Setelah itu ibu saya jatuh teriak-teriak sambil nangis, lalu mbak saya yang sedang mencuci lari ke dalam,” kata pelaku.

Pelaku dijerat dengan pasal 44 ayat 1 UU RI nomor  23 tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga, dengan ancaman hukuman lima tahun penjara. (mua)

No More Posts Available.

No more pages to load.