Sumenep Didaulat Menjadi Tuan Rumah Festival Keraton Masyarakat Adat Asean V

oleh -
Diaspora Sumenep menjadi ajang silaturahmi para putra daerah yang berhasil di diluar Sumenep dari berbagai bidang usaha dan keilmuan. (Foto: ArahJatim.com/raf)

Sumenep, ArahJatim.com – Kabupaten Sumenep akan menjadi tuan rumah kegiatan internasional Festival Keraton Masyarakat Adat Asean ke-V yang akan dilaksanakan pada tanggal 27 sampai 31 Oktober 2018 mendatang. Rencananya Presiden RI Joko Widodo akan hadir dan membuka acara bergengsi tersebut.

“Kabupaten Sumenep sangat siap menjadi tuan rumah FKMA V bulan oktober mendatang,” kata  Bupati Sumenep Busyro Karim saat memberikan sambutan pada acara silaturahmi Diaspora Sumenep, minggu (17/6/18) malam di pendopo Sumenep.

Bahkan orang nomor satu di lingkungan Pemkab Sumenep itu menyampaikan jika berbagai persiapan telah dilakukan, diantaranya perbaikan Keraton Sumenep yang telah berusia 238 tahun, agar bisa memenuhi ekspektasi para tamu dari seluruh nusantara dan asean.

Sebelumnya Forum Silaturrahmi Keraton Nusantara (FSKN) menunjuk Sumenep sebagai tuan rumah festival keraton pada saat launching Festival Keraton Masyarakat Adat Asean (FKMA) V di Gedung Sapta Pesona Kementrian Pariwisata Republik Indonesia, Selasa (20/02/2018).

Launching FKMA dihadiri oleh Ketua Umum FSKN Sultan Sepuh IV Kasultanan Kesepuhan Cirebon, Pangeran Raja Adipati Arif Natadiningrat, dan para raja dtan sultan dari seluruh Indonesia, juga para pejabat dari Kementrian Kabinet Kerja, diantaranya ada Kementerian Dalam Negeri RI, Kementrian Pariwisata RI, Kementrian Koordinator Kemaritiman.

Pemilihan Kabupaten Sumenep sebagai tuan rumah FKMA V sangat tepat. Sebab, saat ini Kabupaten di ujung timur Pulau Madura ini merupakan satu-satunya daerah di Jawa Timur yang keraton beserta seluruh peninggalannya masih utuh dan bisa dinikmati.

“Hal ini karena komitmen yang begitu tinggi pemerintah daerah dalam pelestarian Keraton Sumenep. Misalnya dengan pembentukan Peraturan Daerah Kabupaten Sumenep nomor 6 tahun 2014 tentang pelestarian cagar budaya, pembetukan tim ahli cagar budaya, menetapkan kompleks sumenep sebagai situs cagar budaya. serta mewajibkan pelajar dari tngkat TK hingga SMA meggunakan batik Keraton Sumenep,” tambah Busyro Karim.

Di depan peserta Diaspora Sumenep, bupati dua periode ini juga mengajak semua putra daerah yang telah berhasil diluar kabupaten Sumenep agar ikut memajukan Sumenep baik melalui ekonomi kreatif, pendidikan dan investasi. Turut hadir dalam acara tersebut wakil ketua Mahkamah Agung, Dr. Sunarto, SH., M.Hum, anggota BPK, Achsanul Qosasih, ketua prodi politik dan pemerintahan program studi sarjana UGM, Abdul Gaffar Karim, S.IP., M.A, sejumlah akademisi Universitas Jember, Universitas Islam Malang.

Pertemuan Diaspora Sumenep yang digagas oleh pemerintah kabupaten Sumenep mendapat sambutan positif dari para putra daerah yang hadir. Semangat untuk memajukan Sumenep melalui investasi, peningkatan kunjungan wisata, pendidikan dan budaya diusulkan oleh berbagai komponen putra daerah yang hadir.

Sejumlah pengusaha sukses, pejabat pubik, politisi, akademisi, praktisi penyiaran serta pejabat TNI – Polri hadir dalam acara diaspora Sumenep.

“Wisata kesehatan di Pulau Gili Iyang yang memiliki kandungan oksigen tertinggi nomer dua di dunia, pertunjukan musik tong-tong yang sudah internasional, kerapan sapi serta akan berinteraksi dan berbaur dengan masyarakat yang hidup di Kampung Pasir adalah sebagian andalan destinasi di kabupaten Sumenep” tambah mantan Ketua DPRD Sumenep itu.

Destinasi wisata akan terus dikembangkan seiring dengan tersedianya penerbangan langsung ke Sumenep yang akan ditambah jadwal keberangkatannya menjadi dua kali sehari yakni pagi dan siang. Penerbangan langsung ini akan mempermudah wisatawan asing berkunjung ke Sumenep The Soul of Madura. (raf)