Sumenep Corruption Watch Menilai KPU Sumenep Kurang Profesional

oleh -
https://live.staticflickr.com/65535/47713949612_f6e7e6a842_b.jpg
KPU Sumenep melaksanakan rekapitulasi suara Pemilu 2019 di Gedung Islamic Center. (Foto: arahjatim.com/jun)

Sumenep, Arah Jatim.com – Sumenep Corruption Watch (SWC) menilai kinerja KPU Sumenep dalam pelaksanaan Pemilu 2019 kurang profesional dan dramatis.

Penilaian itu diberikan setelah terjadinya insiden pelanggaran pelaksanaan Pemilu 2019 di  Arjasa Pulau Arjasa dan Masalembu.

“Sudah jelas terkesan dramatisir dan memainkan pada kejadian di dua tempat itu,” kata juru bicara, Sumenep Corruption Watch (SWC) Junaidi Pelor kepada ArahJatim.com, Jumat (3/5).

Tak hanya itu, Junadi Pelor juga menyebut, KPU Sumenep kurang profesional. Hal itu terlihat dari molornya rekapitulasi suara hasil Pemilu 2019 tingkat kabupaten yang dilaksanakan di gedung Islamic Center.

“KPU itu patut diduga ada main dengan pihak-pihak tertentu, sehingga personel yang sekarang, wajib dilaporkan ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilihan Umum alias DKPP dan tidak layak dipilih lagi,” tegas Junaidi.

Selain itu, KPU saat ini tidak menganut asas profesionalitas transparan dan layak mendapatkan predikat tidak berintegritas dan kredibel.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, Pemilu 2019 di Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean dinilai cacat hukum, karena diduga ada pelanggaran rekapitulasi. Di sana rekapitulasi perolehan suara hanya dilakukan untuk pemilihan Capres-Cawapres, anggota DPD, dan DPRD tingkat kabupaten saja. Sedangkan untuk perolehan suara DPR RI dan DPRD tingkat Provinsi, tidak dilakukan rekapitulasi.

“[Dengan semua pelanggaran] dalam pelaksanaan Pemilu 2019 ini, membuat masyarakat tidak percaya lagi,” pungkas Junaidi Pelor

Komisioner KPU Sumenep Malik Mustaafa mengaku, pihaknya sudah bekerja semaksimal mungkin, sesuai Undang-Undang dan sesuai dengan tahapan yang ada di KPU. (jun)