Surabaya, ArahJatim.com – Program studi yang selama ini berada dalam fase zona aman yang berani dalam lingkup nasional saja, saat ini lebih fokus diarahkan untuk memiliki pola pikir yang out of the box. Itu dikatakan Dr F Priyo Suprobo saat memperingati Dies Natalis Universitas Widya Kartika (UWIKA) Surabaya yang ke 37.
Rektor UWIKA itu menyebut civitas akademika Uwika kini semakin inovatif dan kreatif. Ditambah sampai saat ini pertukaran pelajar berhasil diaplikasikan tidak hanya di program studi Bahasa Mandarin. Melainkan sudah merambat ke program studi ekonomi dan tekhnologi.
“Kita lakukan supaya Uwika tidak hanya dikenal melalui Mandarinnya saja, tapi juga ke program studi lain yang harus dikenal luas,” ujarnya.
Selama ini kata Priyo, UWIKA telah kompeten dalam menjalankan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Apalagi sampai saat ini berhasil menjalin kerjasamanya dengan kampus di Filipina dan Tiongkok yang menjadikan UWIKA memiliki peluang menginternasionalisasikan diri.
MBKM itu menurutnya cocok jika diaplikasikan dengan mahasiswa sekarang. Pengalaman belajar secara nyata selama 3 semester belajar dan bekerja bersama kampus mitra bisa menjadi alternatif pembaharuan dalam belajar.
“Tapi itu tetap didampingi dan dalam tanggung jawab dosen pembimbing selama melakukan pembelajaran dan bekerja dengan kampus mitra,” jelasnya.
Priyo menambahkan jika tantangan era yang semakin maju menjadikan UWIKA terus beradaptasi, mengingat pendidikan tingkat kampus yang selama ini dirasa masih sulit dijangkau oleh masyarakat kalangan bawah.
“Kami mendorong agar adanya pengharapan baru sesuai cita-cita pendiri kampus agar pendidikan merata,” pungkasnya.











