Jember, ArahJatim.com – Kesehatan dan stabilitas finansial kerap dipandang sebagai dua ranah yang berdiri sendiri. Padahal, keduanya merupakan pilar paling mendasar dalam membangun ketahanan serta kesejahteraan keluarga. Menyadari krusialnya keseimbangan tersebut, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Jember menggelar Mini Sharing Session bertema “The Ultimate Wealth: Sinergi Menjaga Kebugaran Organ Dalam dan Growth Financial Aset Keluarga” di Ruang Muhammad Hatta FEB Unej, Selasa (21/7/2026).
Tidak sekadar forum diskusi biasa, agenda yang berlangsung pukul 09.00–12.00 WIB ini turut mengintegrasikan aksi nyata lewat layanan pemeriksaan kesehatan gratis (medical check-up) dan bazar kuliner UMKM perempuan. Suasana acara terasa inklusif dengan hadirnya ratusan peserta dari pengurus DWP FEB UNEJ, lintas unit Dharma Wanita, Pokja II Pemkab Jember, IWAPI DPC Jember, hingga Komunitas Perempuan Kriya (Kreatif Berdaya) Jember.
Kesehatan dan Keuangan: Dua Pilar Kekayaan Sejati
Ketua DWP FEB Universitas Jember, Novi Teguh, menegaskan bahwa pemaknaan mengenai kekayaan keluarga sudah saatnya diperluas. Menurutnya, besarnya aset finansial tidak akan bermakna maksimal tanpa didukung kualitas fisik yang prima sepanjang hayat.
“Kesehatan dan pengelolaan keuangan keluarga adalah dua pilar yang saling melengkapi. Keluarga yang produktif, mandiri, dan sejahtera lahir dari tubuh yang bugar dan perencanaan finansial yang matang,” ujar Novi Teguh saat membuka acara.
“Melalui ruang berbagi ini, kami ingin mendorong para perempuan agar menjadi motor penggerak budaya hidup sehat sekaligus agen literasi keuangan di lingkungan keluarga masing-masing,” lanjutnya.
Mencegah Lebih Murah: Menjaga Organ Dalam sebagai Investasi Long-Term
Sesi edukasi kesehatan menghadirkan dokter spesialis penyakit dalam dari RS Siloam Jember, dr. Agus Yudho Santosa, Sp.PD., FINASIM. Dalam paparannya, dr. Agus menyoroti maraknya Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti hipertensi, diabetes melitus, gangguan jantung, dan penyakit paru yang mendominasi kasus komorbid di masyarakat.
Ia menjelaskan bahwa ancaman PTM sangat erat kaitannya dengan gaya hidup sedentari, pola makan tidak seimbang, kurangnya aktivitas fisik, serta obesitas yang memicu timbulnya sindrom metabolik.
“Prinsip dasarnya jelas: mencegah selalu jauh lebih murah dan bijak daripada mengobati. Langkah konkritnya dimulai dari deteksi dini lewat pemeriksaan kesehatan berkala, menjaga berat badan ideal, serta mengontrol tekanan dan gula darah,” terang dr. Agus.
Ia juga mengingatkan pentingnya pendekatan kesehatan berbasis kebutuhan individu (personalized approach), mengingat tidak ada satu pola diet tunggal yang cocok untuk semua orang.
Portofolio Seimbang: Strategi Menjaga Ketahanan Ekonomi Rumah Tangga
Memasuki sesi kedua, arah diskusi bergeser ke ketahanan ekonomi. Premiere Business Manager Allianz, Andi Andriansyah, membawakan materi bertajuk “Portfolio Seimbang untuk Tenang”. Andi mengajak para ibu dan pengelola keuangan rumah tangga untuk membangun portofolio yang adaptif terhadap dinamika global.
Menurut Andi, kombinasi antara perencanaan anggaran yang disiplin, perlindungan risiko (proteksi), dan penempatan investasi yang tepat adalah benteng utama keluarga saat menghadapi ketidakpastian ekonomi.
Perspektif tersebut diperkuat oleh Diana Dewi N, Branch Manager Wealth Management Business Bank SMBC Indonesia. Diana menekankan bahwa manajemen aset berorientasi jangka panjang sangat bergantung pada tingkat literasi keuangan para ibu rumah tangga.
“Semakin tinggi literasi keuangan seorang ibu, semakin bijak pula keputusan investasi yang diambil untuk mengamankan masa depan keluarga,” ungkap Diana.
Diskusi Interaktif dan Ruang Pemberdayaan UMKM
Dipandu akademisi FEB UNEJ, Bayu Wijayantini, Ph.D., sesi tanya jawab berlangsung hangat. Para peserta aktif membagikan pengalaman nyata—mulai dari tantangan menjaga konsistensi pola makan sehat anak dan suami, hingga kiat menyisihkan dana darurat di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok.
Acara ditutup dengan peninjauan area bazar UMKM perempuan mitra DWP FEB Unej. Beragam produk kuliner sehat olahan lokal laris manis diserbu peserta, menegaskan komitmen DWP FEB Unej dalam mendorong kemandirian ekonomi perempuan di Kabupaten Jember. (nsl)











