Kediri, ArahJatim.com – Sinergi antara Kelompok KKNT 33 NGRONGGO UNP Kediri, Pemerintah Kelurahan Ngronggo, Karang Taruna, KIM (Kelompok Informasi Masyarakat), serta berbagai elemen masyarakat berhasil menyukseskan kegiatan Jangkepan (Jajanan Ngangeni Akhir Pekan) yang digelar di halaman Ngronggo Sport Art Center, Sabtu (7/2/2026).
Kegiatan ini menghadirkan puluhan pelaku UMKM serta berbagai hiburan masyarakat, termasuk fashion show bertema “Cilik Berbudaya, Cilik Berkarakter” sebagai bentuk kolaborasi kreatif antara mahasiswa dan pemuda setempat.
Dalam pelaksanaannya, KKNT 33 NGRONGGO tidak hanya berperan sebagai penggagas fashion show, tetapi juga terlibat aktif dalam koordinasi lintas elemen, penyusunan layout stand UMKM, serta penataan teknis kegiatan agar acara berjalan tertib dan terstruktur.
Meski sempat diguyur hujan, antusiasme masyarakat tetap tinggi. Pengunjung memadati lokasi acara untuk menikmati produk kuliner UMKM dan rangkaian hiburan yang disajikan.
Ketua Kelompok KKNT 33 NGRONGGO: Wujud Pengabdian Berbasis Kolaborasi
Ketua KKNT 33 NGRONGGO, Ferdy, menyampaikan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam Jangkepan merupakan bentuk pengabdian yang menekankan kolaborasi dan pemberdayaan masyarakat.
“Fashion show ini bukan sekadar ajang penampilan, tetapi media edukatif untuk menanamkan kecintaan terhadap budaya Indonesia sejak dini. Melalui tema Cilik Berbudaya, Cilik Berkarakter, kami ingin membangun karakter, rasa percaya diri, serta kreativitas anak-anak,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kegiatan ini bertujuan mengintegrasikan potensi budaya lokal dengan penguatan ekosistem ekonomi kreatif masyarakat. Dampaknya terlihat dari meningkatnya partisipasi warga, keterlibatan pemuda, serta semakin tertatanya pelaksanaan UMKM melalui penataan layout yang lebih sistematis.
“Manfaat kegiatan ini tidak hanya dirasakan peserta fashion show, tetapi juga pelaku UMKM dan masyarakat luas. Kolaborasi lintas elemen mampu menghadirkan kegiatan yang produktif sekaligus edukatif,” tambahnya.
Ketua Jangkepan: Bagian dari Penguatan Ekosistem Ekonomi Kreatif
Ketua Panitia Jangkepan, Rino, menjelaskan bahwa nama “Jangkepan” merupakan singkatan dari Jajanan Ngangeni Akhir Pekan.
“Konsep awalnya pada tahun 2025 bernama Ngeronggo Creative Space. Namun kami terinspirasi dari ekosistem ekonomi kreatif seperti Kopinang dan Kaliombo Kampoeng Kuliner, serta menjadi bagian dari program Camat untuk mendukung kemandirian UMKM. Karena itu kami mengganti namanya menjadi Jangkepan,” jelasnya.
Ia juga mengapresiasi kontribusi KKNT 33 NGRONGGO dalam mendukung koordinasi dan teknis pelaksanaan kegiatan. “Kolaborasi ini membuat acara lebih tertata dan semakin hidup,” ujarnya.

Kepala Kelurahan Ngronggo: Selaras dengan Potensi Budaya dan Sosial
Kepala Kelurahan Ngronggo, Achmad Koharudin, S.STP., M.A.EI., menyampaikan apresiasi atas sinergi seluruh pihak dalam kegiatan tersebut.
Menurutnya, meskipun waktu persiapan relatif singkat, kegiatan berlangsung meriah dan sukses.
“Antusiasme masyarakat sangat tinggi. Kegiatan ini tidak hanya menghibur, tetapi juga mendidik anak-anak untuk mencintai budaya serta membentuk karakter yang positif,” ungkapnya.
Ia berharap kolaborasi seperti ini dapat terus dilanjutkan oleh Karang Taruna dan lembaga kemasyarakatan setelah masa KKN berakhir.
Juri Fashion Show: Perlu Keberlanjutan dan Pengembangan
Salah satu juri fashion show dari Sanggar Tari Ronggo Adiwiyasa, Kristina Primalayanova, S.Pd., menilai kegiatan ini sangat baik dalam membangun karakter anak melalui pendekatan budaya.
“Tema Cilik Berbudaya, Cilik Berkarakter mampu menanamkan kecintaan terhadap budaya sejak dini. Program ini selaras dengan kondisi sosial masyarakat, namun ke depan perlu peningkatan ketepatan sasaran agar semakin maksimal,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus berjalan dan dikembangkan, tidak hanya dalam bentuk fashion show, tetapi juga melalui berbagai kegiatan budaya lainnya.







