
Banyuwangi, ArahJatim.com – Sebuah mushola yang berada di kawasan Pondok Pesantren (Ponpes) Baitul Aiq di Dusun Jajang Surat, Desa Karangasem, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi, hancur setelah disambar petir, Kamis (11/3/2019) malam. Beruntung, musibah tersebut tidak sampai menelan korban jiwa. Selain itu, sambaran petir juga merusak sebagian rumah dan barang-barang elektronik milik warga sekitar.
Menurut keterangan Solahudin, guru ngaji Ponpes, musibah terjadi saat hujan lebat disertai petir melanda sekitar pukul 16.00 kamis kemarin. Awalnya, sambaran petir menghantam meteran listrik di dalam mushola, kemudian merambat ke bagian atap hingga ke kubah. Seketika itu, genteng hancur berantakan jatuh menimpa plafon mushola.
Baca juga : Puluhan Rumah Retak Setelah Diguyur Hujan Deras
”Saya sedang membaca kitab di dalam rumah. Tiga kali ada petir terdengar keras saat hujan terjadi. Sepertinya suara petir yang ketiga itu yang menyambar meteran masjid, kemudian menjalar ke atas hingga kubah. Suara petir yang ketiga, kencang sekali dan saya langsung melihat ke dalam mushola. Mushola sudah hancur seperti ini,” ucap Solahudin.

Tidak hanya itu, akibat sambaran petir, beberapa rumah di sekitar mushola juga terkena imbasnya. Genteng mushola yang terlepar mengenai beberapa rumah warga di sekitarnya, sehingga atap rumah warga ikut mengalami kerusakan. Selain itu, beberapa peralatan elektronik milik warga juga banyak yang rusak akibat sambaran petir. Pasokan listrik juga padam setelah petir menyambar.
”Rumah warga yang berdekatan dengan mushola atap nya juga banyak yang rusak. Barang elektronik milik warga seperti TV juga banyak yang rusak akibat sambaran petir,” tambah Solahudin.
Hingga kini, kondisi mushola masih hancur porak-poranda, warga sekitar dibantu pemerintah setempat dan BPBD masih melakukan gotong royong membersihkan puing-puing atap mushola yang hancur. Akibat musibah tersebut kerugian total mencapai Rp. 45 juta.

”Mushola ini biasa digunakan sama santri untuk mengaji dan sholat. Tapi untungnya saat ada sambaran petir, santri-santri kami baru saja selesai melaksanakan kegiatan belajar mengaji, sehingga tidak ada orang di dalam mushola saat kejadian. Untuk sementara ini kegiatan belajar mengaji kita alihkan di bangunan yang ada di samping mushola,” jelas Ketua Yayasan Ponpes Baitul Atiq, Muhammad Nasih.
Baca juga : Peringatan Dini : Waspadai Hujan Disertai Angin Dan Petir
Camat Rogojampi, Nanik Machrufi yang datang ke lokasi kejadian bersama Babinsa dan Babinkamtibmas mengatakan, pemerintah siap memberikan bantuan perbaikan kepada pihak Ponpes agar mushola kembali bisa digunakan oleh santri untuk melakukan proses belajar mengajar mengaji.
”Ini musibah yang tidak bisa diprediksi sebelumnya. Kami (pemerintah) akan memberikan bantuan. Bahan-bahan bangunan yang diperlukan sudah ready. Sementara ini kita fokus membersihkan puing-puing yang berserakan di dalam mushola, kerja bakti bersama warga, BPBD dan pihak desa setempat,” tandas Camat Nanik. (ful)










