Geliat Ekonomi Nganjuk: BRI Kucurkan Rp 452 Miliar untuk KUR Sektor Produktif

oleh -
oleh

Nganjuk, ArahJatim.com – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI Kantor Cabang Nganjuk, Jawa Timur, terus memperkuat perannya sebagai perpanjangan tangan pemerintah dalam menggerakkan ekonomi kerakyatan. Komitmen ini dibuktikan lewat realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang mencapai Rp 452 Miliar hingga April 2026.

​Langkah strategis ini diharapkan dapat menjadi stimulus kuat bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Nganjuk untuk naik kelas dan memperluas lapangan kerja baru.

​Sektor Mikro Jadi Tulang Punggung, Tembus 96,5 Persen

​Branch Office Head BRI Nganjuk, Iga Aditya, mengungkapkan bahwa mayoritas pembiayaan terserap oleh sektor-sektor produktif yang langsung menyentuh masyarakat bawah. Dari total dana yang digelontorkan, KUR Sektor Mikro mendominasi secara mutlak.

pasang iklan_rev3

​”Sebagian besar penyaluran KUR didominasi oleh KUR Sektor Mikro yang tercatat sebesar Rp 437 Miliar, atau sekitar 96,5 persen dari total penyaluran hingga April 2026,” ujar Iga Aditya.

​Ia menambahkan, sektor produksi yang dibiayai meliputi bidang pertanian, peternakan, perkebunan, serta industri jasa lainnya. Sektor-sektor inilah yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat di Kabupaten Nganjuk.

​Dukung Astacita Pemerintah dan Potensi Pertanian Lokal

​Akses permodalan yang lebih mudah melalui program KUR ini memberikan kesempatan besar bagi pelaku usaha lokal untuk meningkatkan kapasitas produksi dan memperkuat daya saing ekonomi daerah.

​Lebih dari sekadar bantuan modal, penyaluran KUR oleh BRI ini merupakan wujud nyata komitmen perseroan yang sejalan dengan Astacita Pemerintah. Program ini fokus pada penguatan struktur ekonomi nasional melalui pemberdayaan UMKM, perluasan kesempatan kerja, dan mendorong pemerataan pembangunan dari daerah.

​“Ini merupakan upaya nyata BRI dalam mendukung perekonomian masyarakat di wilayah Kabupaten Nganjuk melalui penyaluran pendanaan usaha. Kami juga melihat ada banyak potensi besar di Nganjuk, khususnya di bidang pertanian bawang merah dan palawija. BRI hadir untuk mendukung mereka, baik dari sisi pendanaan maupun peningkatan kapasitas usaha,” jelas Iga.

​Tidak Hanya Modal, BRI Fokus Pendampingan dan Edukasi Digital

​Menghadapi tantangan ekonomi modern, BRI Nganjuk memastikan dukungannya tidak berhenti setelah dana cair. Pemberdayaan secara menyeluruh, edukasi finansial, dan pendampingan usaha secara berkelanjutan menjadi agenda wajib agar nasabah dapat mengelola bisnisnya dengan bertanggung jawab.

​Hal ini selaras dengan visi besar BRI untuk menjadi mitra terpercaya dalam memberdayakan ekonomi kerakyatan, terutama di wilayah yang memiliki potensi komoditas unggulan.

​“Kami berkomitmen untuk terus mendampingi dan membantu pelaku UMKM. Tidak hanya berupa modal usaha saja, tapi juga melalui pendampingan dan program pemberdayaan lainnya. Kami juga terus mengedukasi pelaku usaha untuk melek digital dan memanfaatkan platform penjualan online (e-commerce) sehingga mereka bisa mendorong kapasitas usaha dan bisa naik kelas,” pungkasnya tegas.

​Dengan strategi yang terfokus pada sektor produktif dan digitalisasi, BRI Nganjuk optimistis dapat terus menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat sekaligus menjawab tantangan pembangunan inklusif di tingkat lokal.

No More Posts Available.

No more pages to load.