Satuan Sabhara Polres Pamekasan Gagalkan Distribusi Miras

oleh -

Pamekasan, Arahjatim.com – Polres Pamekasan berhasil gagalkan ribuan botol minuman keras (miras) masuk ke Pamekasan.

Dalam aksi pencegahan masuknya ribuan miras tersebut terendus oleh jajaran tim Sabhara Polres Pamekasan dan Satreskoba ketika melaksanakan Patroli menggunakan sepeda motor, pada hari Rabu (07/10/20).

Kapolres Pamekasan AKBP. Apip Ginanjar, mengatakan, Razia tersebut dilakukan secara massif, baik Polres maupun jajaran polsek setempat.

“Saat melakukan patroli anggota kami menghentikan mobil box Col Diesel dengan Nopol L 9344 BL, pas dipintu masuk Pamekasan di daerah Tlanakan, setelah digeledah mobil box mengangkut ribuan miras yang terbungkus dalam kardus dari berbagai merk dan jenis serta kadar alkohol berfariasi dari low hingga yang high,” terangnya kepada awak media ketika press release, Kamis sore.

Saat ini polisi telah mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk sopir mobil box.

“Semua barang bukti bersama 1 sopir boks berinisial (E) langsung kita amankan ke Polres Pamekasan untuk dimintai keterangan lebih lanjut, dan pengakuan sementara sang sopir kepada tim penyidik, bahwa miras tersebut sudah sebagian diturunkan di daerah Bangkalan, dan Sampang, serta masih dalam tahap proses penyidikan lebih lanjut,” ungkapnya.

“Atas perbuatannya, bersangkutan telah melanggar pasal 2 dan pasal 6 Peraturan Daerah Kabupaten Pamekasan No 18 tahun 2001, tentang larangan minuman beralkohol dengan ancaman kurungan paling lama 3 bulan dengan denda 2 juta rupiah,” imbuhnya.

Press Release tersebut juga dihadiri oleh sebagian Ulama di Pamekasan dan juga Dandim 0826/ Pamekasan Letkol Inf Tejo Baskoro. Mereka ikut serta mendukung langkah Polres Pamekasan dalam memberantas peredaran miras dan narkoba di kabupaten Pamekasan.

“Terima kasih, meskipun Kapolres Apip G, menjabat masih 2 bulan sudah bisa mengungkap pengiriman barang haram ini. Kami sangat mendukung penuh langkah Polres Pamekasan dalam pemberantasan barang haram seperti miras dan narkoba di kabupaten Pamekasan,” salah satu Ulama. (ndra)