Satpol Air Polresta Banyuwangi Buru Pelaku Bom Ikan di Pulau Tabuhan

oleh -
https://live.staticflickr.com/65535/49584449517_a88dfbb743_b.jpg

Banyuwangi, ArahJatim.com – Satpol Air Polresta Banyuwangi menanggapi serius aksi penangkapan ikan dengan menggunakan bom ikan/bondet di kawasan Pulau Tabuhan, Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo. Sebelumnya, video aksi pengeboman ikan itu marak di media sosial (medsos) Facebook dan Instragram. Menyikapi aksi tersebut, petugas Satpol Air, dipimpin langsung oleh Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Arman Asmara Syarifudin langsung bergerak melakukan patroli laut menggunakan kapal cepat bernomor lambung X-1033 milik Satpol Air di kawasan tersebut, Selasa (25/2/2020) siang.

Petugas menyisir lokasi yang diduga dijadikan titik pengeboman ikan, sekaligus melakukan pemeriksaan terhadap seluruh kapal nelayan yang sedang mencari ikan di kawasan tersebut untuk memastikan tidak membawa bom ikan atau bondet.

Baca juga:

Pihak kepolisian juga meminta kepada nelayan kooperatif melaporkan jika mengetahui ada nelayan lain yang melakukan aktivitas pengeboman ikan di perairan Selat Bali. Sebab para pelaku pengebom ikan melakukan aksinya saat kondisi perairan sedang sepi dari aktivitas patroli laut yang dilakukan oleh petugas.

“Terkait video viral, kita masih selidiki baik secara tertutup maupun terbuka seperti patroli laut yang kita lakukan. Siapa pelakunya juga masih belum jelas, karena dalam rekaman video, nama dan jenis perahunya juga tidak jelas. Mudah-mudahan segera ada titik terang,” tegas Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Arman Asmara Syarifudin, didampingi Kasat Pol Air, AKP Sudarsono seusai melakukan patroli laut.

Hingga saat ini, pihak kepolisian terus memburu pelaku pengeboman ikan. Selain melakukan penyelidikan secara tertutup di kawasan pesisir bagian utara Banyuwangi, petugas Satpol Air mengintesifkan patroli laut di kawasan Pulau Tabuhan dan di sekitar perairan Selat Bali.

Seperti diberitakan, video aksi pengeboman ikan di kawasan Pulau Tabuhan, Kecamatan Wongsorejo yang dilakukan oleh beberapa oknum nelayan pada hari Minggu sore lalu viral di media sosial. Dari video yang direkam sekelompok pemuda saat berwisata di Pulau Tabuhan, terlihat ada oknum nelayan menggunakan kapal tampak melempar “bondet” ke laut tiga kali.

Mereka tanpa mempedulikan lingkungan di sekitarnya, melakukan pengeboman ikan dengan cara yang salah. Padahal aktivitas tersebut jelas-jelas bisa merusak ekosistem laut, utamanya terumbu karang. Terlebih, Pulau Tabuhan merupakan kawasan konservasi yang terumbu karangnya dilindungi agar ikan-ikan bisa berkembang biak dengan baik. (ful)