Tulungagung, ArahJatim.com – Kejadian yang sempat menyita perhatian orang disekitar Terminal Gayatri Tulungagung, ternyata adu pukul, antara tukang ojek dan tukang becak. Hal itu dilakukan oleh SP 61 tahun kepada tukang ojek BB 65 tahun. Kejadian Jumat 23/9/2022/ bermula dari salah paham tentang fee, atau istilahnya uang setor partisipasi. Kejadian itu langsung ditangani Polsek kota, dan keduanya sepakat untuk tidak melanjutkan perkara tersebut, setelah dimediasi pihak Polsek. Atas kejadian itu, juga dibenarkan kabidhumas polres Tulungagung, Iptu Ansori.
Sementara Kapolsek Tulungagung, Kompol Ernawan, mengaku membenarkan kejadian tersebut, melalui laporan staffnya, dan berhasil dimediasi, sehingga perkaranya sudah bisa didamaikan di tingkat Polsek.
” Ya tadi sebanrnya adalah masalah kecil, tetapi karena kejadian dan peristiwanya di zona umum, maka materi itu kami tangani. Atas mediasi pihak polisi, akhirnya keduanya sepakat damai dengan meminta maaf dan surat pernyataan, tidak saling menuntut, dan diakui murni kekilafan sesaat “, ungkap Kapolsek Kompol Ernawan kepada media ArahJatim.com.
Awal kejadian, BB yang berprofesi sebagai tukang ojek, sudah tiga kali mangkal di zonanya becak, dengan mengantarkan penumpang. Untuk ketiga kalinya BB didekati oleh SP dengan tujuan, kalau berada di zona becak, hendaknya pengojek memberi uang toleransi. Ketika hal itu ditanyakan, BB marah, karena dia tidak ngojek, tetapi hanya mengantarkan. Mendapat jawapan itu SP si tukang becak sedikit emosi atas kelakuan BB. Spontan SP memukul BB. Merasa tidak terima, dan atas saran sesama pengojek, BB melapor kejadian itu ke Polsek kota, yang letaknya sekitar 300 meter dari TKP di terminal. Setelah di Polsek, keduanya ternyata bisa didamaikan, tanpa syarat.
Ditambahkan Kapolsek, menghadapi kejadian kejadian sekecil apapun, pihaknya meminta kepada masyarakat, untuk selalu disiplin, saling menghormati, dan saling menjaga kondusifitas wilayah. Bila tidak memungkin itu, hendaknya menyadari untuk meminta bantuan kepada polisi, atau Polsek setempat, guna diberikan solusi dalam bersinggungan dengan hukum.
” Kami juga merasa berterimakasih kepada dua orang yang hari ini terlibat adu pukul, untuk sepakat damai, sehingga tidak muncul gerakan solidaritas yang saling memprovokasi atas kejadian ini “, ungkap Kapolsek saat dikonfirmasi dikantornya, Jumat,23/9/2022 siang. (dni)










