Respon PPKM Mikro, Polres Blitar Bentuk Ratusan Kampung Tangguh

oleh -

Blitar, ArahJatim.com – Polres Blitar dan Pemkab Blitar membentuk 248 kampung tangguh di tiap desa/kelurahan se Kabupaten Blitar, untuk menindaklanjuti Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro yang dimulai tangg 9-22 Februari 2021.

Sesuai Instsruksi Mendagri (Inmendagri) No. 3 tahun 2021 tentang PPKM Berbasis Mikro dan Pembentukan Posko Penanganan Covid-19 di Tingkat Desa dan Kelurahan Untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19 pada 9-22 Februari 2021, Polres Blitar dan Pemkab Blitar membentuk 248 kampung tangguh di tiap desa/kelurahan.

Keberadaan Kampung Tangguh di tiap desa/kelurahan, diharapkan bisa menekan penyebaran Covid-19 melalui tindakan yang cepat dan tepat sampai tingkat RT.

Kapolres Blitar, AKBP Leonard M Sinambela mengatakan, bahwa PPKM Mikro sampai tingkat RT semuanya sudah diatur dalam Inmendagri, dalam bentuk Posko yakni Kampung Tangguh yang diketuai oleh kepala desa atau lurah dan wakilnya tokoh masyarakat.

“Di dalamnya ada 4 bidang yaitu pencegahan, penanganan, sosialisasi dan bantuan penanganan Covid-19. Seluruh bidang diisi Bhabinkamtibmas, Babinsa, tokoh masyarakat, karang taruna, PKK relawan dan tenaga kesehatan,” terang AKBP Leonard.

Saat ini Satgas Covid-19 dan kampung tangguh sudah melakukan pendataan, untuk penentuan zonasi tingkat RT. Respon PPKM ada 3 yaitu respon 3T (Tracing, Testing dan Treatment) serta karantina, kemudian respon 3M sehingga sosialisasi dan edukasi bisa berjalan.

“Hari ini ada dua kelurahan yang dilaunching sebagai Kampung Tangguh, yakni di Kelurahan Satreyan dan Desa Jati tengah Kecamatan Kanigoro Kabupaten Blitar. Kami menjelaskan mengenai PPKM Mikro, serta apa yang harus dilakukan Kampung Tangguh untuk menekan penyebaran virus Covid 19,” pungkas Leonard. (mua)