Polres Sampang Ringkus Tersangka Pembunuh Tokoh Masyarakat

oleh -

Sampang, ArahJatim.com – Satreskrim Polres Sampang, Madura berhasil meringkus tersangka pelaku dugaan pembunuhan seorang tokoh masyarakat berinisial S di Desa Paopale Loak, Kecamatan Ketapang. Kasus dugaan pembunuhan ini videonya sempat viral di medsos warga Sampang beberapa waktu lalu.

Kepada awak media, Kapolres Sampang AKBP Abdul Hafidz mengatakan, terkait kasus dugaan pembunuhan terhadap tokoh masyarakat berinisial S di Desa Paopale Laok, Kecamatan Ketapang, pihaknya telah menangkap satu orang tersangka pelaku.

“Dalam hal ini kita berhasil mengamankan satu orang tersangka yang berinisial HO warga Desa Bunten Timur, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang,” kata Kapolres Sampang saat rilis kasus, Selasa (20/4/2021).

Kronologinya, terang Kapolres, berdasarkan keterangan saksi pelaku, kejadian bermula saat pelaku yang mengendarai mobil Toyota Avanza berwarna merah melintas di jalan Dusun Manju Timur, Desa Paopale Laok, Ketapang.

“Saat pelaku melintas, pada waktu itu berpapasan dengan korban yang mengendarai sepeda motor. Pelaku mengklakson namun korban tidak mau minggir malahan korban ngomel-ngomel kepada pelaku. Kemudian tersangka yang kita amankan ini turun meminta maaf kepada korban. Namun korban malah menantang duel kepada tersangka ini. Jadi saat itu juga tersangka langsung mengambil celurit dari dalam mobilnya. Bersama rekan-rekannya, pelaku mencoba melakukan pengeroyokan sehingga korban meninggal dunia di TKP dengan luka bacokan di punggung dan di (bagian) depan,” tutur Kapolres.

Sementara, lanjut Abdul Hafidz, untuk motifnya masih dilakukan pendalaman. Polisi masih memburu dua orang rekan pelaku yang kini berstatus DPO.

Adapun barang bukti yang diamankan, di antaranya sebilah celurit, sepeda motor RX King, mobil Toyota Avanza, dan pakaian korban.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal 338 KUHP.

“Atas perebuatannya tersangka disangkakan pasal 338 KUHP dengan ancaman kurungan penjara 15 tahun penjara,” imbuh Abdul Hafidz. (mal)