Tulungagung, ArahJatim.com – Terkait merebaknya penyakit chikungunya di wilayah desa Nggilang kecamatan Ngunut , akhirnya Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung mengambil langkah-langkah cepat, yang dirasa perlu . Hal itu termasuk penyemprotan dan himbauan , serta sosialisasi kepada masyarakat. Langkah itu dilakukan,agar permasalahan penyakit chikungunya tidak menular kemana-mana.
Didi Eka, Saputra, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung, ketika dikonfirmasi di kantornya, Senen 9/1/2023 menyatakan dari 18 korban sakit,kemudian berkembang menjadi 35 orang yang menjadi korban chikungunya semuanya kini sudah ditangani secara profesional.
Awalnya , penderita mengalami demam secara tiba-tiba, merasakan nyeri sendi parah, nyeri otot yang hebat, sakit kepala, dan muncul ruam pada bagian tubuh tertentu, bahkan sampai lumpuh sementara.
“Jumlahnya 18 orang, yang terkena itu RT 2 dan 3 RW 3,” dan data terakhir mencapai 36 orang terdampak.Atas laporan kejadian itu, kami dari dinas, sekaligus puskesmas Ngunut, terus melakukan upaya penyembuhan. Sedangkan hari ini, Senen, 9/1/2023 dan besuk akan melakukan ledang, bagaimana menghadapi cuaca dan antisipasi penyebarannya” ungkap Didik
Seperti yang telah terjadi, kasus cikungunya tersebut muncul sejak akhir Desember 2022. Sejumlah warga mengeluhkan demam, gatal-gatal hingga mengalami lumpuh.
Temuan ini, ditambahkan Didik, bermula dari laporan faskes setempat kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung. Kemudian pendalaman dan pemeriksan serta penyelidikan epidemiologi dilakukan. Hasilnya, ditemukan penularan chikungunya di lokasi itu.
Diharapkan kedepannya , dalam musim hujan ini masyarakat harus punya kesadaran, bagaimana sama sama mencegah untuk daerah lain.(dni)











