Puluhan Warga Dusun Garit Singojuruh Terserang Chikungunya Hingga Lumpuh

oleh -

Banyuwangi, Arahjatim.com – Puluhan warga di Dusun Garit, Desa Alasmalang, Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi, terserang penyakit Chikungunya. Penyakit yang berasal dari gigitan nyamuk Aedes Aegypti ini menyebabkan penderitanya mengalami demam hingga kelumpuhan selama tiga hari.

Menurut keterangan warga sekitar, ada sekitar 28 warga termasuk anak-anak yang terserang Chikungunya sejak pertengahan Ramadan lalu hingga saat ini. Kebanyakan dari mereka mengalami demam, nyeri di persendian, tenggorokan sakit, lemas hingga tak bisa menggerakkan anggota tubuhnya alias lumpuh.

“Awalnya anak saya yang balita ini terus saya. Tetangga saya juga ada yang kena dua orang. Rasanya itu nyeri di pergelangan, ada yang lumpuh. Kalau gigitan nyamuknya tidak terasa, tapi tiba-tiba badan demam dan nyeri di pergelangan dua malam. Akhirnya sembuh setelah ada yang di bawa ke Puskesmas,” kata Nur Yasin, warga Dusun Garit yang sempat menderita Chikungunya.

Baca juga : Sambut New Normal, PN Surabaya Tetap Gelar Sidang Secara Teleconference

Penyakit menular melalui gigitan nyamuk ini terjadi secara beruntun di satu dusun. Namun sebagian besar warga sudah dinyatakan sembuh setelah menjalani perawatan medis di puskesmas. Untuk mengantisipasi penularan Chikungunya ini pihak desa bersama puskesmas melakukan fogging atau pengasapan agar nyamuk Aedes Aegypti bisa segera tertangani.

“Total saat ini tercatat ada sekitar 28 warga saya di satu dusun yang terkena cikungunya. Karena banyak saya langsung koordinasi dengan puskesmas. Sama puskesmas langsung di fogging, alatnya dipinjami cuma biayanya masyarakat di sini swadaya secara gotong royong. Penyakit ini tidak langsung nyerang warga, tapi secara beruntun. Yang satu kena, terus tetangga atau kerabat lainnya kena juga,“ jelas Selamet Suharli, Kepala Dusun Garit.

Hingga kini, masih ada sejumlah warga di satu dusun tersebut yang mengalami kelumpuhan akibat Chikungunya. Petugas dari puskesmas setempat pun terus melakukan pemantauan agar penyebaran nyamuk Aedes Aegypti tidak semakin meluas ke wilayah lain.

Baca juga : Bupati Anas Beber 6 Paradigma Baru Wisata New Normal

“Petugas sudah datang ke lokasi melakukan pemantauan, ditemukan warga yang menderita kita periksa, dan diobati. Kita beri penyuluhan, dan kita laporkan ke Dinas Kesehatan berkoordinasi dengan Camat serta Perangkat Desa untuk ditindaklanjuti,” terang Pri Bintoro, Kepala Puskesmas Singojuruh. (ful/fm)