Pondok Pesantren Harus Melek Teknologi

oleh -
oleh
https://live.staticflickr.com/65535/49074066212_3588226e4f_b.jpg

Kediri, ArahJatim.com – Guna mendorong pondok pesantren agar selalu bisa mengikuti perkembangan zaman di tengah derasnya perkembangan teknologi masa kini, Pemkab Kediri melalui Bagian Administrasi Kesejahteraan Rakyat (Kesra) memberikan pembekalan yang dikemas dalam kegiatan Penataran Pengurus Pondok Pesantren. Kegiatan yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Jabal Nuur Duwet Wates, Senin (11/11) ini diikuti oleh pengurus dan para santri.

Pada kesempatan ini hadir sebagai pembicara di antaranya, Kepala Bakesbangpol Drs. H. Mujahid, MM, Pegawai Kanwil Kemenag H. Suryat dan Gus Fuad dari Banyakan.

Dalam sambutannya, Mujahid mengatakan kegiatan ini merupakan salah satu program untuk meningkatkan manajemen pondok agar lebih berkembang. Oleh sebab itu kegiatan penataran ini sangat penting untuk dilakukan.

pasang iklan_rev3

Baca juga:

Pondok pesantren seperti Jabal Nuur diharapkan bisa mengikuti perkembangan teknologi yang semakin maju. Ditambah lagi penggunaan media sosial (medsos) sangat luar biasa perkembangannya. Pondok pesantren diharapkan bisa memanfaatkan medsos sebagai sarana untuk menyampaikan pesan-pesan pembangunan kepada khalayak luas.

“Melalui segala macam media, kita berikan informasi kepada seluruh masyarakat tentang peningkatan pembangunan di Kabupaten Kediri. Misalnya pembangunan di sektor pariwisata, tingkat kunjungannya semakin meningkat dan sekaligus peningkatan produksi UMKM,” katanya.

Dari kemajuan pembangunan yang ada, menurutnya para santri harus dapat menangkap peluang. Jika nanti lulus dari pondok, mereka bisa mandiri misalnya dengan belajar mengembangkan UMKM di area pondok.

“Mudah-mudahan silaturahmi ini bisa membawa kemaslahatan bagi kita semua. Program-program keagamaan yang sudah baik di Kabupaten Kediri harus dilanjutkan. Masyarakat yang religius, cerdas, sehat dan kreatif bermanfaat demi pembangunan yang ada di Kabupaten Kediri,” lanjut Kepala Bakesbang.

Sementara itu Gus Fuad dan H. Suryat berharap santri bisa menjadi penerus pejuang dalam agama Allah.

“Hidup di Indonesia berpegang teguh dengan Pancasila sebagai dasar negara Indonesia, dan dengan berpedoman pada agama, maka hidup kita akan semakin terarah. Jangan sampai kita semua terpengaruh oleh hal-hal yang menyimpang dari Pancasila dan agama. Menjaga keutuhan NKRI menjadi tugas kita semua sebagai generasi penerus bangsa,” tegasnya. (Kominfo)

No More Posts Available.

No more pages to load.