Polres Blitar Hentikan Usaha Penggilingan Batu Koral Tak Berizin

oleh -
Karena tidak memiliki izin, Satreskrim Polres Blitar hentikan usaha penggilingan batu koral di dusun Banjar Sari Desa Kali Legi Kecamatan Selorejo Kabupaten Blitar. (Foto: arahjatim/mua)

Blitar, ArahJatim.com – Lantaran tidak memiliki izin, Satreskrim Polres Blitar hentikan usaha penggilingan  batu koral di dusun Banjar Sari Desa Kali Legi Kecamatan Selorejo Kabupaten Blitar. Tambang batu koral tersebut milik seorang warga berinisial K (52), yang beralamat di Desa Sidomulyo Kecamatan Selorejo Kabupaten Blitar.

Kasat Reskrim Polres Blitar, AKP Rifaldy Hangga mengatakan, saat Satreskrim Polres Blitar melakukan operasi di lokasi tambang batu koral, petugas mendapati ada aktivitas penggilingan batu koral, bahkan ada yang sedang melakukan pengisian batu koral ke dalam bak truk.

“Kita menanyakan terkait dengan izin usaha pertambangan yang dimiliki, namun pemilik usaha pertambangan tersebut hanya dapat menunjukkan perizinan surat Izin Usaha Mikro dan Kecil (IUMK) yang di keluarkan oleh Camat Selorejo, bukan IUP Operasi Produksi atau IUPK Operasi Produksi.” terang AKP Rifaldy.

Karena tidak bisa menunjukkan perizinan yang dimaksud, akhirnya, Petugas membawa pemilik usaha, dan karyawan beserta barang bukti ke Polres Blitar untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

Sebuah truk turut diamankan dalam penggerebekan di penggilingan batu koral tersebut. (Foto: arahjatim/mua)

Petugas juga mengamankan barang bukti diantaranya, 1 unit truk Nopol AG 8493 UM warna kuning milik Iwan Nur Rohim (27), warga dusun Sidorejo Desa Sidomulyo Kecamatan Selorejo, berikut batu koral hasil olahan sebanyak 3 kubik.

“Pemilik tambang diduga melanggar pasal 161 UURI Nomor 04 Tahun 2009, tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, dengan ancaman pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp 10 miliar”, pungkas Rifaldy Hangga. (mua)