PLN Gandeng UMKM Banyuwangi Konversi Kompor Listrik Induksi

by -
https://live.staticflickr.com/65535/48591741161_c9329f9c1b_b.jpg
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas berbincang dengan Executive Vice President Pemasaran dan Pelayanan Pelanggan PLN Edison Sipahutar. (Foto: arahjatim.hmsbwi/ful)

Banyuwangi, ArahJatim.com – PT. PLN (Persero) akan menggandeng UMKM Banyuwangi untuk memperluas efektifitas penggunaan kompor listrik induksi di masyarakat. Sejumlah UMKM berbasis kuliner akan diberikan kompor listrik sebagai bagian program konversi kompor induksi.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mendukung upaya konversi kompor energi lain ke kompor induksi ini. Menurut Anas, hal ini merupakan bagian dari upaya mewujudkan efisiensi energi dan mengoptimalkan energi yang andal, aman, serta ramah lingkungan.

“Kami telah bertemu dengan pihak PLN beberapa waktu lalu. Beliau menyampaikan ingin melakukan sosialisasi penggunaan kompor listrik di masyarakat karena manfaatnya yang besar. Mulai aman, ramah lingkungan, hingga lebih lebih irit,” kata Anas, Rabu (21/8/2019).

Dilanjutkan Anas, program ini rencananya akan dipusatkan di tiga lokasi kuliner. Mereka akan menjajal efisiensi kompor induksi, dibandingkan kompor gas yang selama ini mereka pakai.

“Jadi ini merupakan pilot project PLN dengan UMKM untuk sosialisasi penggunaan kompor listrik. Awalnya dipilih tiga kluster UMKM dulu. Bila sukses, program ini akan diperluas. Kami mendukung program konversi ini,” kata Anas.

Sementara itu, Executive Vice President Pemasaran dan Pelayanan Pelanggan PLN Edison Sipahutar menjelaskan bahwa UMKM ini akan diberikan kompor induksi secara gratis. Pembagian kompor ini akan difokuskan pada tiga kluster UMKM kuliner yang ada di Banyuwangi.

“Untuk awal, kami fokus pada UMKM yang berdagang makanan, mereka nanti akan kami berikan gratis kompor listrik. Mereka tinggal pakai saja, biar mereka mencoba lebih dahulu keunggulan dari kompor induksi ini,” kata Edison.

Edison mengatakan bahwa kompor induksi listrik banyak memiliki keunggulan. Selain harganya yang pasti lebih irit dibanding kompor lainya, kompor ini juga ramah lingkungan. Sehingga ini bisa dikatakan sebagai upaya konversi energi.

“Dari beberapa penelitian, menggunakan kompor induksi lebih efisien. Dari sisi biaya yang dikeluarkan, lebih irit 20 persen dibandingkan dengan kompor gas. Selain juga lebih bersih dan ramah lingkungan, dan tentunya lebih aman,” kata Edison.

Program ini, kata dia, akan segera dijalankan dalam kurun satu bulan ke depan. Sebanyak 30 kompor akan diberikan gratis kepada UMKM untuk dipergunakan produksi.

“Nantinya, di kluster UMKM tersebut juga akan dilengkapi fasilitas internet. Kami kerja sama dengan anak perusahaan PLN untuk penyedianya,” pungkas Edison. (adv.hmsbwi/ful)