Perangi Politik Uang, GMNI Sumenep Gelar Pelatihan Pemantau Pemilu

oleh -
oleh
Bawaslu Jatim hadiri Bimtek Pengawasan Pemilu dan Perayaan Harlah GMNI Ke-65 Di Sumenep, Jumat (29/03/2019). (Foto: ArahJatim.com/M-Han)

Sumenep, ArahJatim.com – Momentum dies natalis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) yang ke 65, DPC GMNI Kabupaten Sumenep mengadakan Bimtek Pemantau Pemilu bagi pemuda terutama mahasiswa.

Hadir pada acara tersebut sebagai pemateri yaitu, Komisioner Bawaslu Jawa Timur Eka Rahmawati, Wakil Ketua Bidang Hukum dan HAM KNPI Jawa Timur Noer Faisal, dan Ketua DPD GMNI Jawa Timur Nabrisi Rohid.

Sarinah Maskiyatun, Ketua DPC GMNI Sumenep mengatakan bahwa, kegiatan yang diselenggarakan saat ini untuk menarik minat mahasiswa untuk ikut mengontrol jalannya pesta demokrasi yang akan dilaksanakan serentak pada tanggal 17 April 2019 mendatang.

pasang iklan_rev3

“Mahasiswa kan di gadang-gadang sebagai agen kontrol, maka dari itu kami mengajak mereka untuk berpartisipasi di pemilu mendatang,” kata Maskiyatun, Jumat (29/03/2019).

Maski, sapaan akrab Maskiyatun juga berkata, tujuan utama dari acara ini adalah mencari solusi memerangi politik uang yang sudah mewabah di kalangan masyarakat.

“Sekarang yang paling mengakar itu adalah politik uang, yang terpenting dalam agenda kami di sini untuk mempersiapkan SDM untuk bagaimana bisa memerangi itu,” tambahnya.

Baca Juga :

Eka Rahmawati, Komisioner Bawaslu Jatim menyambut baik terselenggaranya bimtek tersebut.

“Bagaimanapun peran mahasiswa sangatlah penting dalam mengontrol pemilu serentak tahun ini. Karena bagaimanapun, untuk memerangi hal yang paling yang nyaris membunuh demokrasi kita yaitu politik uang ,” ungkap Eka.

Ia juga menambahkan bahwa, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk memerangi politik uang. Di antaranya memberi pendidikan politik kepada masyarakat bahwa politik uang itu tidak benar.

“Kami meyakini masyarakat sudah banyak yang rasional daripada mereka yang bisa dikendalikan dengan uang, dan juga kami meyakini diluar sana banyak yang tidak setuju akan politik uang. Nah ini kesempatan untuk menciptakan organisasi antipolitik uang,” pungkasnya. (M-Han)

No More Posts Available.

No more pages to load.