Penumpang Kapal: Biaya Rapid Tes Jauh Lebih Mahal dari Harga Tiket Kapal

oleh -

Banyuwangi, Arahjatim.com – Terhitung mulai tanggal 28 Mei hari ini, pengguna jasa pelayaran kapal wajib menunjukkan surat keterangan bebas Covid-19 agar mereka bisa menyeberang menuju Pulau Bali, Pulau Lombok, Sumbawa dan NTT melalui Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi. Seluruh pengguna jasa pelayaran wajib menunjukkan surat keterangan bebas Covid-19 kepada petugas yang berjaga di depan pintu masuk Pelabuhan Ketapang sebelum membeli tiket kapal.

Bagi pengendara yang sanggup menunjukkan Surat Hasil Rapid Test kepada petugas, langsung diperbolehkan menyeberang melanjutkan perjalanan menuju Bali. Sedangkan bagi yang tidak bisa menunjukkan surat bebas Covid-19 diminta putar balik oleh petugas.

Puluhan kendaraan berplat nomor Jakarta, Surabaya, Malang dan kota-kota besar lainnya terpantau mulai memasuki Bali pada H+3 Lebaran di Pelabuhan Ketapang, Kamis (28/5/2020) pagi.

Selain itu, kendaraan roda dua dan penumpang pejalan kaki juga sudah mulai mengalir menuju Pulau Bali. Oleh petugas, pemudik pemotor dan pejalan kaki ini juga diperiksa surat kesehatannya.

Salah seorang penumpang mengaku rela meski harus mengeluarkan biaya lebih dari Rp. 400.000 untuk rapid test secara mandiri. Sebab dirinya harus kembali bekerja di Pulau Bali setelah merayakan Lebaran di kampung halaman.

“Biaya rapid test di rumah sakit lebih mahal dari biaya tiket kapalnya, saya rapid test bayar sendiri di rumah sakit swasta. Ini saya jalani karena saya harus kembali bekerja di Pulau Bali,” kata Siti, salah satu pengendara motor yang akan menyeberang ke Pulau Bali.

Sementara itu, dari data posko ASDP Ketapang pada H+3 lebaran ini, jumlah kendaraan yang kembali ke Pulau Bali terpantau sangat sepi. Dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, jumlah penumpang maupun kendaraan pribadi yang menyeberang menuju Bali pada arus balik Lebaran mengalami penurunan.

“Iya turun hingga 96 persen di H+3 Lebaran ini. Untuk kendaraan pengangkut logistik malah mengalami peningkatan hingga 25 persen dibandingkan tahun lalu,” kata Fahmi Alweni, General Manajer ASDP Ketapang.

Seperti diketahui, mengacu pada surat edaran Gubernur Bali, pembatasan penumpang yang hendak menuju Bali mulai berlaku pada tanggal 28 Mei. Seluruh pengguna jasa yang hendak masuk Bali melalui Pelabuhan Ketapang diwajibkan membawa surat keterangan bebas Covid-19.

Sedangkan bagi pengendara kendaraan logistik cukup menunjukkan surat jalan dari desa kepada petugas di pos pelabuhan Ketapang. Nantinya para sopir pengangkut logistik ini akan di-rapid test oleh Tim Gugus Tugas di Pelabuhan Gilimanuk Bali sebelum mereka melanjutkan perjalanan ke berbagai Kabupaten di Pulau Bali.

“Warga yang akan masuk Bali harus bawa surat bebas covid yang menunjukkan bahwa orang tersebut non-reaktif virus corona. Sebab setelah rapat lagi dengan pihak pelabuhan dan pihak Provinsi Bali, ada aturan yang direvisi yaitu bagi sopir truk angkutan sembako atau logistik tidak terlalu dilakukan pengetatan pemeriksaan saat masuk Pelabuhan Ketapang, nanti para sopir itu tetap akan dirapid test di Pelabuhan Gilimanuk, Bali, ” jelas Iptu Sudarso, Kapolsek Kp3 Tanjung Wangi. (ful)