Gelombang Pasang Terjang 30 Rumah Kawasan Pesisir Banyuwangi Selatan

oleh -

Banyuwangi, ArahJatim.com – Gelombang air laut pasang melanda kawasan pesisir Pantai Selatan Jawa di Kabupaten Banyuwangi, pada Rabu (27/5/2020) siang. Akibat terjangan banjir rob ini, puluhan kapal nelayan yang ada di kawasan pesisir rusak dihantam gelombang.

Air laut juga merendam puluhan rumah di kawasan pesisir pangi Grajagan, Kecamatan Purwoharjo. Selain itu dalam video amatir yang tersebar di media sosial, air laut pasang juga menghantam kawasan pesisir Pulau Merah, di Kecamatan Pesanggaran.

Gelombang tinggi yang melanda, sempat membuat masyarakat nelayan yang ada di sekitar pantai panik. Mereka lari berhamburan menyelamatkan diri saat air laut masuk ke daratan. Air rob yang tiba-tiba datang juga menerjang beberapa warung dan rumah yang ada di tepi pantai.

Dari data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi, rata-rata air rob menerjang daratan sejauh 25 meter dari bibir pantai. Meski air laut pasang cukup besar, beruntung tidak sampai membuat kerusakan yang berarti.

Dari laporan BPBD, ada 30 rumah di kawasan pesisir Pantai Grajagan, Kecamatan Purwoharjo terendam air laut setinggi 20 centimeter. Namun demikian tidak sampai dua jam, air laut kembali surut.

“Laporan yang kami terima ada kerusakan ringan di plengsengan TPI Pancer, alat tangkap nelayan di Grajagan, dan perabotan rumah tangga terendam rob di Grajagan. Kerusakan bisa ditanggulangi oleh sumberdaya setempat. Di Grajagan ada sekitar 30 rumah terendam air laut dengan ketinggian 20 centimeter, ” kata Eka Muharam Suryadi, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Banyuwangi.

Gelombang tinggi juga merusak puluhan perahu nelayan yang ada di kawasan pesisir Pantai Rajewesi, Desa Sarongan. Akibat kerusakan ini, untuk sementara waktu sebagaian nelayan menghentikan aktivitas mencari ikan di laut.

“Ada sekitar 40 perahu nelayan yang rusak. Ada yang rusak parah ada pula yang mengalami kerusakan ringan. Air rob tiba-tiba saja masuk, gelombang tinggi terjadi di sini sejak pagi. Nelayan sementara waktu stop dulu melaut,” ungkap Ismail, warga pesisir Pantai Rajegwesi.

Pihak BMKG menyebut, tingginya gelombang di wilayah pesisir Laut Selatan ini disebabkan adanya peningkatan kecepatan angin timuran. Gelombang setinggi empat hingga lima meter yang mengakibatkan banjir rob masih berpotensi terjadi hingga akhir bulan Mei mendatang.

“Gelombang tinggi yang mengakibatkan banjir rob ini sudah kita prediksi sebelumnya. Kepada masyarakat pesisir untuk mewaspadai adanya banjir rob susulan agar tidak melakukan aktivitas di tepi pantai demi keselamatan. Bagi nelayan kawasan pesisir Laut Selatan diminta untuk tidak melakukan aktivitasnya untuk sementara waktu hingga gelombang laut kembali bersahabat,” imbau Gigik Nurbaskoro, prakirawan BMKG Banyuwangi saat dihubungi melalui telepon. (ful)