Pengasuh Pesantren Rodlotul Ibad Kaliawei Timur Pertanyakan Imbas Berita Trans7: Marwah Santri Dan Kyai Tersakiti, Tetap Lanjutkan Proses Hukum

oleh -
oleh

​Kediri, ArahJatim.com – Pengasuh Pondok Pesantren Roudlotul Ibad Kaliawei Timur, Bashorry Alwi atau yang akrab disapa Gus Bas, menyatakan kekecewaannya mendalam terkait pemberitaan Trans7 yang dinilai menyebarkan narasi kebencian terhadap santri. Pernyataan ini disampaikan dalam konferensi pers di Kediri menyikapi kontroversi tayangan yang tengah menjadi sorotan publik.

​Gus Bas menegaskan bahwa pemberitaan Trans7 tersebut telah melukai hati para santri dan ulama, khususnya karena dinilai merendahkan kemuliaan hubungan antara santri dan kyai.

​”Sungguh ini membuat hati kami sakit. Bagaimana tidak sakit hati, karena ini bukan lagi masalah sepele. Marwah santri juga tergantung pada kemuliaan kyai,” ujar Gus Bas dengan nada kecewa.

pasang iklan_rev3

​Beliau juga menyoroti narasi yang mungkin menyinggung soal amplop atau materi.

“Bener-bener terkait adanya berita yang mungkin dinilai menyebutkan dari terima kasih kepada teman-teman pers yang kita hormati. Rilis amplop ini bagi santri tidak ada harganya dibandingkan ilmu yang sudah diberikan kepada kita. Ibarat kata, al ilmu wahid ka alfi dirhamin alfiil amin, satu ilmu, satu huruf itu laksana satu juta dirham,” tegasnya, menekankan bahwa nilai ilmu dari kyai jauh melebihi materi.

​Meskipun Trans7 telah menyampaikan permintaan maaf, sikap dari Pondok Pesantren Roudlotul Ibad Kaliawei Timur tetap teguh.

​”Trans7 sudah minta maaf, dan kita sebagai kyai kita tetap memaafkan, tapi kita punya harapan lagi untuk ke depannya. Mohon maaf dari santri, karena sakit hati, mohon maaf tetap kita lanjutkan,” jelas Gus Bas.

​Langkah selanjutnya, Gus Bas menyatakan akan melanjutkan proses hukum dan memohon kepada Presiden agar mempertimbangkan untuk menonaktifkan izin Trans7.

​”Kita memohon kepada Presiden supaya Bapak Presiden ini tetap akan menonaktifkan izinnya Trans7. Nanti biar kuasa hukum dari teman-teman yang melaporkan itu tetap kita tindak lanjuti,” tambahnya.

​Gus Bas, yang telah mengkomunikasikan masalah ini dengan beberapa ulama lain, berharap langkah ini dapat menjadi pelajaran bagi semua pihak.

 “Makanya saya menemui teman-teman media untuk tindak lanjut perkara ini, berita yang sudah naik, menyesalkan itu semua,” pungkasnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.