Banyuwangi, ArahJatim.com – Pada H-6 Lebaran, arus mudik dari Pulau Bali menuju Pulau Jawa mulai meningkat. Para pemudik yang pulang kampung dari Pulau Dewata mulai memadati pelabuhan penyeberangan ASDP Ketapang, Banyuwangi, Kamis (30/5/2019) sore hingga petang.
Kondisi tersebut terlihat dari banyaknya kendaraan pribadi dan sepeda motor maupun penumpang pejalan kaki yang turun dari kapal feri yang sandar di berbagai dermaga, Mobile Bridge (MB), Ponton dan di dermaga Landing Craft Machine (LCM).
Menurut pengakuan para pemudik, mereka memilih pulang kampung lebih awal bersama keluarga untuk menghindari kemacetan dan antrean panjang saat berada di Pelabuhan Gilimanuk.
“Ya mas mudik lebih awal saja, enak. Kalau mudik dekat Lebaran pasti macet. Kasihan anak dan istri saya nunggu di pelabuhan. Pengalaman mudik mendekati Lebaran di jalan dan di pelabuhan pasti macet,” ucap Sunarko, pemudik asal Jember.
Baca juga:
- Tol Trans Jawa Dibuka, Arus Mudik Di Pelabuhan Ketapang Diprediksi Meningkat.
- Dirjen Hubdar Minta ASDP Lakukan Simulasi Hadapi Mudik.
- Fasilitasi Pemudik, Banyuwangi Kembali Gelar Mudik Gratis.
Dari data ASDP Indonesia Ferry, Ketapang, jumlah penumpang yang menyeberang dari Pelabuhan Gilimanuk menuju Pelabuhan Ketapang sudah mencapai 46.967 penumpang. Jumlah tersebut naik 11 persen dibandingkan pada H-6 tahun lalu yang hanya mencapai 43.263 penumpang.
Sedangkan untuk kendaraan roda dua dari Gilimanuk hingga saat ini sudah ada 7.829 kendaraan yang menyeberang meninggalkan Pulau Bali menuju Pulau Jawa. Jumlah tersebut turun 9 persen dari tahun lalu yang mencapai 8.236 kendaraan.
Untuk kendaraan roda empat, hingga saat ini sudah 6.504 kendaraan yang menyeberang menuju Pulau Jawa. Jumlah tersebut naik 14 persen dari tahun lalu yang hanya mencapai 5.800 kendaraan. Kepadatan arus mudik dari Pulau Dewata diprediksi akan terus meningkat dan puncaknya akan terjadi pada H-2 Lebaran mendatang.
Sementara itu, mengantisipasi lonjakan arus mudik dan balik Lebaran 2019, pihak ASDP Ketapang-Gilimanuk menyiagakan 56 armada kapal feri. Namun hingga saat ini yang beroperasi hanya 32 kapal feri. Sedang sisanya cadangan untuk mengantisipasi terjadinya penumpukan kendaraan dari Pelabuhan Gilimanuk.
“Hari ini mulai ada peningkatan arus mudik, tapi masih lancar tidak ada antrean. Kami siapkan 56 kapal feri untuk melayani arus mudik dan balik Lebaran. Tapi yang beroperasi masih 32, sisanya cadangan mengantisipasi membeludaknya penumpang yang akan mudik ke Jawa,” pungkas, General Manager ASDP Ketapang-Gilimanuk, Fahmi Alweni. (ful)











