Blitar, ArahJatim.com– Penangkapan dua terduga teroris oleh Tim Densus 88 Anti Teror di wilayah Kota Blitar, membuat Pemkot Blitar lebih waspada. Pemkot Blitar akan memperkuat lagi peran RT dan RW untuk mendeteksi dini adanya jaringan teroris di Kota Blitar.
“Peran RT dan RW akan kami perkuat lagi untuk pencegahan adanya jaringan teroris di Kota Blitar. Kalau ada yang dicurigai segera laporkan ke polisi,” kata Plt Wali Kota Blitar Drs. Santoso M.Pd., Senin (26/8/2019).
Santoso menambahkan, pihaknya juga tidak menyangka atas kejadian penangkapan dua warga Kota Blitar oleh Tim Densus 88 Anti Teror. Untuk itu, dia meminta masyarakat agar lebih waspada lagi.
“Kami juga kaget dengan kejadian itu. Saya minta masyarakat lebih waspada. Saya juga sudah minta Kesbangpol untuk koordinasi dengan jajaran terkait termasuk tokoh masyarakat,” ujarnya.
Baca juga:
- Densus 88 Anti-Teror Amankan Tiga Terduga Teroris Di Blitar.
- Terduga Teroris Yang Ditangkap Di Malang Diduga Warga Blitar.
Sementara Kepala Kesbangpol dan Penanggulangan Bencana Daerah (PBD) Kota Blitar, Hakim Sisworo, menuturkan sudah berkoordinasi dengan polisi dan TNI terkait kasus itu. Kesbangpol juga sudah berdiskusi dengan tokoh masyarakat termasuk MUI dan FKUB.
“Bersama Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat ini kami akan menggalakkan sosialisasi terkait hal-hal yang berpotensi konflik termasuk soal terorisme,” kata Hakim.
Seperti diketahui, Tim Densus 88 Anti Teror mengamankan dua warga yang diduga terlibat jaringan terorisme di wilayah Kota Blitar, Jumat (23/8/2019).
Kedua warga yang diamankan, yaitu, berinisial KJW (48) warga Lingkungan Jatimalang Kelurahan Sentul Kecamatan Kepanjenkidul dan JPS (47) warga Jalan Riam Kiri, Kelurahan Bendo Kecamatan Kepanjenkidul Kota Blitar. (adv.hms/mua)












