Tulungagung, ArahJatim.com – Proses pembangunan Jembatan Ngujang yang sudah lama direncanakan, akhirnya mulai awal Agustus 2022, kegiatannya sudah dimulai. Terkait hal beberapa komponen yang ada disekitar area jembatan, harus juga dilakukan pengkondisian lokasi. Salah satu akibat dari proses itu, sebuah monumen yang menjadi kebanggan masyarakat Tulungagung, untuk sementara harus dibongkar. Monumen yang menggambar kegigihan pasukan atau sekelompok pejuang yang menamakan diri pasukan sikatan, dalam mempertahan kemerdekaan pada agresi 2, secara gigih mampu membendung pasukan Belanda yang akan masuk kota Tulungagung .
Terkait pembongkaran monumen pasukan sikatan dengan design kegagahan ” Sabirin Mohtar ” eks Yon 124 Kediri komandan pasukan waktu itu, ternyata sudah setahun lalu dikomunikasikan , baik oleh pemerintah daerah, kodim, dan dinas pariwisata. Atas rencana itu akhirnya TNI melalui Batalyon Sikatan melakukan rapat dan kajian, serta komunikasi dengan para senior dilingkupnya, memperbolehkan pembongkaran dengan bersyarat.
Letnan satu Infanteri Iskak Suparman , selaku perwakilan dari Batalyon Sikatan , membenarkan terkait pembongkaran monumen. Dalam keteranganya kepada ArahJatim.com, Kamis 18/8/2022, membenarkan itu.

” Ya ini sebuah proses pembangunan kepentingan umum juga. Setelah kami mendapatkan pemberitahuan, baik lisan maupun surat, rencana pembangunan jembatan ngujang, maka kami dari TNI melakukan rapat, kajian dan diskusi, termasuk petunjuk para sesepuh, terkait monumen pasukan sikatan. Akhirnya kami memutuskan agar monumen tetap berdiri, walau harus di geser tata letaknya. Artinya kami tidak menghilangkan nilai sejarah. Berikutnya pihak pelaksana pembangunan, sanggup membiayai pembangunan monumen, termasuk bila ada kerusakan, pihak pelaksana proyek sanggup membuatkan monumen dari ahli patung yang baik. Hari ini Kamis baik dari batalyon melalui saya, serta disaksikan rekan dari kodim, ikut hadir dalam prosesi awal pembongkaran, dengan cara adat kenduri, seperti kebiasaan masyarakat sekitar jembatan ini”, ungkap Lettu Iskak.
Ditambahkan terkait letak monumen nantinya , pihaknya menyerahkan kepada pihak proyek secara estetika, tetapi persyaratan utama, tidak boleh mengurangi nilai patriotisme, serta masih dalam satu lokasi jembatan Ngujang. (dni)











