Pasangan Suami Istri Bersaing Rebut Kursi Kades Karangbendo

by -
https://live.staticflickr.com/65535/48869722763_cbed9d638e_b.jpg
Cakades Karangbendo Budiharto dan rivalnya, Maria Ulfa yang sekaligus juga sebagai istrinya. (Foto: arahjatim.com/ful)

Banyuwangi, ArahJatim.com – Suasana Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Desa Karangbendo, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi jauh dari ketegangan antar pendukung. Malah sebaliknya, Pilkades yang digelar secara serentak di desa tersebut berlangsung dengan aman dan kondusif, Rabu (9/10/2019).

Masyarakat sangat antusias berbondong-bondong datang ke tempat pemungutan suara (TPS) demi menyalurkan hak suaranya untuk memilih salah satu calon pemimpin di desanya. Ada dua calon kepala desa yang dipilih masyarakat dalam pilkades yakni, Budiharto dan Maria Ulfa.

Uniknya, kedua calon kepala desa yang bersaing untuk menjadi pemimpin desa adalah pasangan suami istri. Budiharto merupakan petahana (incumbent) kepala desa setempat, harus beradu pengaruh merebut suara pemilih dengan istrinya.

Hal ini terpaksa dilakukan lantaran saat proses pendaftaran calon kepala desa tidak ada lagi masyarakat desa yang mendaftar selain Budiharto. Tak kehabisan akal, karena dalam aturannya tidak boleh ada calon tunggal pada Pilkades, istri Budiharto akhirnya ikut mendaftar untuk merebut kursi kepala desa yang sebelumnya diduduki oleh suaminya.

Menurut Kades petahana Budiharto, dirinya menerima jika nanti istrinya menang, dan terpilih menjadi Kades di Desa Karangbendo. Namun, jika nantinya dirinya terpilih kembali pada pilkades serentak tahun ini, berjanji akan menyejahterakan warganya untuk meneruskan pembangunan di desanya.

“Yang jelas begini. Setahun sebelum Pilkades ini sudah saya kampanyekan kepada masyarakat bahwa sebentar lagi ada Pilkades tapi tidak ada juga yang mendaftar. Karena tidak ada yang mendaftar akhirnya saya mencari rival sendiri. Akhirnya istri saya mau maju,” kata Budiharto.

Tidak mau kalah dengan sang suami, Maria Ulfa bertekad akan menyejahterakan warganya jika terpilih. Bahkan, wanita yang sebelumnya hanya seorang ibu rumah tangga tersebut mengaku bertarung secara sungguh- sungguh agar dirinya bisa menang dalam Pilkades kali ini.

“Ini tarung sungguhan. Saya siap jadi kades jika nantinya warga di sini mempercayakan kepada saya,” kata Maria Ulfa.

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah yang memantau langsung jalannya Pilkades mengaku sangat senang dengan kondisi pilkades di Desa Karangbendo. Dengan calon yang tak lain adalah suami istri, tentunya tidak akan terjadi perselisihan yang mengkibatkan adanya ketegangan antara pendukung salah satu calon.

”Ini bisa menjadi percontohan. Suasananya kondusif dan aman. Panitia juga menyediakan hadiah, jadi banyak warga yang datang untuk memilih cakadesnya kan. Kalau suami istri yang mencalonkan begini kan tidak ada potensi konflik antar pendukung,” kata Michael Edi Hariyanto, Wakil Ketua DPRD Banyuwangi.

Suasana pemilihan kepala desa di Desa Karangbendo, Banyuwangi. (Foto: arahjatim.com/ful)

Untuk mengurangi angka golput, pihak panitia pemilihan menyediakan beberapa door prize berupa perabotan rumah tangga seperti magic com, setrika, kipas angin hingga sepeda gunung agar masyarakat banyak yang datang ke tempat pemungutan suara.

Sementara itu, ada tujuh TPS yang tersebar di desa Karangbendo dengan jumlah daftar pemilih tetap (DPT) 5.337 orang dengan rincian 2.649 orang jumlah pemilih laki-laki dan 2.688 orang pemilih perempuan. Dari hasil Pilkades, Budiharto mengungguli istrinya dengan perolehan suara 3.112 suara atau 80.2 persen, sedang istrinya hanya 628 atau 16.8 persen.

Sekedar diketahui untuk tahun ini setidaknya ada 130 desa di Banyuwangi yang melaksanakan pemilihan kepala desa serentak yang dibagi di 1.015 tempat pemungutan suara. (ful)