Kunjungi Pabrik Gula PT RMI, Mentan Optimis 5 Tahun Lagi Indonesia Swasembada Gula

by -
https://live.staticflickr.com/65535/48870511692_e5107c70fb_b.jpg
Menteri Pertanian Amran Sulaiman didampingi Bupati Blitar, Kapolres Blitar dan Dirut PT RMI. (Foto: arahjatim.com/mua)

Blitar, ArahJatim.com – Menteri Pertanian, Amran Sulaiman melakukan kunjungan kerja di pabrik gula PT RMI yang terletak di Desa Rejoso Kecamatan Binangun Kabupaten Blitar. Menteri Pertanian langsung melihat proses pengepakan atau packing gula dan juga melihat gudang penyimpanan gula.

Usai melihat-lihat, Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan, optimis swasembada gula tidak lama lagi bisa tercapai. Bahkan, dia optimis 2025 bisa 0 persen impor gula, baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun gula rafinasi untuk perusahaan-perusahaan.

“Selama lima tahun kepemimpinan Pak Jokowi kita sudah membangun 10 Pabrik Gula Baru. Delapan sudah beroperasi, tinggal dua yang kemungkinan akan kami resmikan akhir tahun ini. Tidak lama lagi kita akan bisa swasembada gula sendiri,” ujar Amran saat mengunjungi Pabrik Gula (PG) Rejoso Manis Indo (RMI) di Blitar, Rabu (9/10/2019).

Kini, produksi gula mencapai 3,5 juta ton per tahun dari pabrik gula yang baru berdiri tersebut. Amran mengatakan, semua pabrik baru itu bukan pabrik rafeneri yang menerima gula dari impor, namun pabrik gula berbasis tebu.

“Saya optimis, target 0 persen impor gula bisa terpenuhi pada tahun 2025. Memenuhi itu, pihaknya akan menambah sebanyak 10 sampai 15 pabrik gula lagi khusus untuk rafinasi,” tambah Amran.

Sementara itu, Direktur PG RMI Syukur Iswantara mengatakan, tahun ini sudah melakukan produksi perdana. Hasilnya, selama 20 hari uji coba pabrik PG RMI bisa menghasilkan 6.000 ton gula.

“Uji coba pabrik kami lakukan mulai tanggal 10 sampai 30 September kemarin. Hasilnya sudah memenuhi batas minimal dari tebu yang ada yakni 4.000 tcd (ton cane day),” ujarnya saat menyambut kehadiran Mentan di kantornya.

Tahun depan, PG RMI menargetkan bisa menggiling tebu sebanyak 10.000 ton cane day (tcd) per hari. Syukur optimis kebutuhan tebu tahun depan bisa terpenuhi. Pasalnya, pihaknya sudah bekerja sama dengan Perhutani Blitar untuk menanam tebu seluas 12 ribu hektar.

“Pertengahan bulan Mei tahun depan kami akan lakukan giling. Jika 10.000 tcd, prediksi kami bisa menghasilkan 1,5 juta ton karena produktivitas tebu juga baik di kisaran 70 ton per hektarnya,” jelas Syukur.

Selain bekerja sama dengan Perhutani, Syukur meyakini, petani-petani tebu di Blitar akan menjual tebunya ke PG RMI. Pasalnya, selain jarak yang dekat, harga pembelian tebu di sana bersaing dengan perusahaan lainnya.

“Blitar itu potensi tebunya luar biasa. Apalagi dulu budaya di sini adalah tanam tebu. Tapi setelah kemerdekaan banyak pabrik gula yang tutup sehingga banyak yang lari ke luar Blitar. Sekarang kami sudah ada di sini, sehingga kami optimis petani-petani tebu di sini akan menjual tebunya ke kami. Petani tebu di luar Blitar saja ada yang menjualnya ke kami,” tandas Syukur. (mua)