Pamekasan Kini Menjadi Pasar Sentra Batik Tulis Terbesar Di Indonesia

oleh -
https://live.staticflickr.com/65535/48961105777_0401dfc712_b.jpg
Peresmian Pasar 17 Agustus menjadi Pasar Sentra Batik Tradisional Tulis terbesar di Indonesia oleh Direktur IKM, Kimia, Sandang Kerajinan Kementerian Perindutrian, E. Ratna Utari Ningrum (ketiga dari kanan). (Foto: arahjatim.com/ndra)

Pamekasan, ArahJatim.com – Pasar 17 Agustus Pamekasan dikukuhkan menjadi Pasar Batik Tulis Tradisional terbesar di Indonesia, Kamis (24/10/2019). Acara pengukuhan pasar yang dulu sering disebut sebagai pasar hewan ini, dilakukan oleh Direktur IKM, Kimia, Sandang Kerajinan Kementerian Perindutrian, E. Ratna Utari Ningrum.

Hadir dalam acara peresmian tersebut Ketua PKK Jawa Timur, Arumi Bachsin yang juga Istri Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Wakil Bupati Pamekasan, Raja’e beserta istri, dan Istri Bupati Pamekasan, Nayla Hasanah Badrut Tammam.

“Pasar 17 Agustus adalah pasar yang sudah berdiri sejak 1983 dan banyak dihuni para pengrajin Batik Tulis. Berdasarkan data, ada sekitar 6.526 pengrajin batik tulis yang tersebar di 38 kios/toko di pasar 17 Agustus,” ungkap Ratna Utari Ningrum.

“Di pasar ini terdapat juga batik yang unik dan berkelas tinggi dan bertaraf internasional dan sulit ditemukan batik cap di pasar sentra batik tersebut”, ujarnya.

Selain menyediakan berbagai bahan baku untuk kebutuhan membatik, Pasar 17 Agustus juga tempat berkantornya Asosiasi Pengusaha Pengrajin Batik Indonesia (APPBI), Yayasan Batik Indonesia (YBI) dan Paguyuban Batik Sekar Jagad (PBSJ).

“Kami dan masyarakat Pamekasan merasa bersyukur dan sangat gembira serta tidak disangka akan mendapat Anugerah yang luar biasa ini, karena Pasar 17 Agustus kini dinobatkan menjadi Pasar Sentra Batik Terbesar diIndonesia. Dan semua hasil ini tidak akan kita dapat kalau bukan karena kita semua khususya masyarakat Pamekasan,” ujar Wakil Bupati Pamekasan, Raja’e. (adv/ndra)