Ojek Online vs Ojek Pangkalan Nyaris Ricuh Di Stasiun Rogojampi

by -
https://live.staticflickr.com/65535/48880908797_d71827db7b_b.jpg
Akibat kesalahpahaman, sempat terjadi ketegangan antara driver online dan tukang ojek pangkalan hingga nyaris ricuh di depan Stasiun KA Rogojampi. Beruntung aksi brutal tersebut berhasil diredam oleh aparat TNI/Polri yang bersiaga di depan stasiun. (Foto: arahjatim.com/ful)

Banyuwangi, ArahJatim.com – Puluhan orang dari komunitas driver online di Banyuwangi beramai-ramai mendatangi Stasiun Rogojampi, Banyuwangi, Jumat (11/10/2019) sore. Kedatangan mereka untuk mencari oknum tukang ojek pangkalan yang diduga telah melakukan intimidasi kepada salah satu driver online karena masalah zonasi penjemputan.

Sempat terjadi ketegangan antara driver online dan tukang ojek pangkalan hingga nyaris ricuh di depan stasiun kereta api. Beruntung aksi brutal tersebut berhasil diredam oleh aparat TNI/Polri yang bersiaga di depan stasiun.

Kedua perwakilan kubu yang bertikai langsung diminta masuk ke dalam stasiun untuk proses mediasi agar ketegangan tidak semakin meluas di depan stasiun. Aksi puluhan driver online juga sempat membuat aktivitas di stasiun sedikit tersendat. Warga yang akan membeli tiket kereta ketakutan untuk masuk ke dalam stasiun akibat aksi tersebut.

Informasi yang diperoleh, aksi puluhan driver online ngelurug Stasiun Rogojampi dipicu adanya oknum ojek pangkalan yang menghentikan paksa salah satu driver online saat membawa penumpang di Jalan Poros Nasional Rogojampi. Padahal sesuai kesepakatan dua kubu sebelumnya, driver online diperbolehkan menjemput penumpang di jalan tersebut.

Baca juga:

“Dulu padahal sudah ada kesepakatan kalau narik penumpang atau menjemput penumpang di jalan itu kita diperbolehkan. Tapi nyatanya teman kami ada yang dihentikan oleh teman-teman dari ojek pangkalan,” kata Irwan Sugiono, perwakilan driver online.

Setelah dilakukan mediasi dengan disaksikan Kanit Reskrim Polsek Rogojampi, Iptu Abdul Rohman akhirnya kedua kubu dari driver online dan ojek pangkalan membubarkan diri. Mereka sepakat akan menyiapkan draf perjanjian baru yang akan disepakati bersama.

“Sebenarnya ini hanya urusan perut. Ada miskomunikasi antara driver online dan ojek pangkalan. Alhamdulillah tidak sampai terjadi hal yang tidak kita inginkan. Kita selesaikan dengan mediasi. Nanti poin-poin baru akan kita buat, poin yang tidak disetujui kita coret hingga akhirnya nanti mengerucut menjadi kesepakatan bersama agar semuanya sama-sama enak dalam mencari nafkah,” kata Selamet Priharika, Kepala Dusun Prejengan yang menengahi dua kubu yang bertikai. (ful)