Kediri, ArahJatim.com – Ada pemandangan hangat sekaligus menyejukkan di Kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kediri pada Sabtu malam, 20 Juni 2026. Menjelang malam Haul Bung Karno, partai berlogo banteng moncong putih ini menggelar doa lintas agama dengan cara yang tidak biasa: merangkul generasi z, gen alfa, hingga paguyuban ojek online (ojol).
Acara ini bukan sekadar seremoni politik, melainkan ruang refleksi bersama untuk merawat ingatan tentang “api” perjuangan Sang Proklamator.
Merawat Api Perjuangan Bung Karno di Era Digital
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, melalui Sekretaris DPC, Dodi Purwanto, menekankan bahwa di tengah gempuran teknologi, generasi muda tidak boleh kehilangan kompas sejarah. Gen Z dan Gen Alfa perlu memahami jatuh bangunnya para pendiri bangsa dalam memerdekakan Indonesia hingga lahirnya Pancasila.
”Perlu kita tanamkan adalah terkait api perjuangan Bung Karno, agar anak-anak kita mengetahui sejarah bagaimana perjalanan sebuah bangsa ini,” ujar Dodi Purwanto usai acara.
Dodi mengingatkan bahwa gagasan besar Ir. Soekarno bukan sekadar hafalan di buku pelajaran, melainkan pandangan hidup yang harus terus dihidupkan dalam keseharian.
Ketika Pemuka Agama, Gen Z, dan Driver Ojol Duduk Bersama
Khidmat dan inklusif. Dua kata itu menggambarkan jalannya doa bersama yang dipimpin langsung oleh para pemuka lintas iman. Duduk berdampingan di antara pengurus partai, hadir pula sekitar 60 anak muda dari kalangan Gen Z dan Gen Alfa, serta 15 pengemudi ojol yang tergabung dalam Garda Aksi Roda Dua Kabupaten Kediri.
Kehadiran para pengemudi ojek online ini mempertegas identitas PDI Perjuangan sebagai “partainya wong cilik”. Bagi partai ini, peringatan Bulan Bung Karno setiap Juni adalah momentum krusial untuk mengevaluasi diri: sejauh mana aspirasi rakyat jelata telah diperjuangkan.
Dodi menambahkan, pengentasan kemiskinan dan pemenuhan layanan dasar masyarakat adalah fokus utama yang saat ini sedang digenjot oleh Mas Dhito—sapaan akrab Hanindhito—dalam kapasitasnya sebagai Bupati Kediri. Oleh karena itu, ia meminta seluruh kader untuk tidak lelah turun ke bawah.
”Kita sebagai kader perjuangan harus terjun ke akar rumput, karena rakyatlah yang memegang kekuasaan,” tegas Dodi.
Harapan dari Jalanan: “Semoga Terus Menggandeng Rakyat”
Apresiasi hangat datang dari komunitas ojek online. Ketua Garda Aksi Roda Dua Kabupaten Kediri, Kurniadi, mengaku tersentuh dengan undangan doa lintas agama ini. Baginya, Bung Karno adalah sosok idola yang karismanya tak pernah pudar.
Kurniadi berharap, ketulusan DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kediri dalam merangkul masyarakat kecil tidak berhenti di acara seremonial saja, melainkan terus berlanjut dalam program-program kerja nyata.
”Semoga kedepannya kita bisa berkolaborasi dan memajukan PDI Perjuangan, lebih solid, kompak, dan maju,” pungkas Kurniadi penuh harap.
Melalui kolaborasi lintas generasi dan lintas profesi ini, malam Haul Bung Karno di Kediri berhasil mengirimkan pesan kuat: bahwa merawat Indonesia adalah tugas gotong royong, dari mereka yang memegang gawai hingga mereka yang mencari nafkah di jalanan. (das)











