Mas Dhito Ajak Masyarakat Beralih ke Pupuk Organik

oleh -

Kediri, ArahJatim.com – Hanindhito Himawan Pramana yang akrab disapa Mas Dhito melakukan kampanye blusukan di Desa Tiru Lor Kecamatan Gurah, Kamis (5/11). Kunjungannya ini untuk melihat perkembangan bina keluarga balita (BKB), bina keluarga remaja (BKR), dan bina keluarga lansia (BKL).

Desa Tiru Lor adalah salah satu desa yang mempunyai kampung keluarga berencana pertama di Kabupaten Kediri. Selain itu desa ini juga mempunyai lembaga badan kerja sama antardesa (BKAD) Kecamatan Gurah sehingga program tersebut ke depannya akan terus diperhatikan.

Pada kesempatan itu, Mas Dhito juga mengunjungi kelompok pembibitan ikan lele yang dikelola masyarakat desa setempat. Kunjungan cabup Kediri ini disambut antusias warga. Seperti biasa Mas Dhito membeli produk-produk usaha mikro kecil menengah (UMKM), kemudian membagi-bagikannya kepada masyarakat yang hadir.

Dari kampung KB, Mas Dhito melanjutkan agenda kampanye berikutnya di desa Sumbercangkring, Kecamatan Gurah. Di sini Mas Dhito melihat-lihat cara perawatan dan pengembangan tanaman kurma.

Saat berbincang dengan masyarakat setempat, Mas Dhito menjelaskan tentang pentingnya manfaat pupuk organik dibanding pupuk kimia.

“Sungguh luar biasa, tidak bisa dipungkiri saya punya program Desa Inovasi Tani Organik ini masih belum bisa menandingi milik Gus Tain,” ujarnya.

Saya bersama Gus Tain akan berdiskusi mengembangkan dan memberikan pemahaman kepada masyarakat Kabupaten Kediri khususnya para petani tentang manfaat pupuk organik dan bahayanya pupuk kimia.

“Saya akan menjaga komitmen dan konsisten untuk menggalakkan pupuk cair organik, jika tanggal 9 Desember terpilih ” tuturnya.

Lebih lanjut Dito menegaskan bahwa program yang ia canangkan sudah berjalan dan sudah dilaksanakan. Yang pertama Desa Inovasi Tani Organik sudah terealisasi di lima kecamatan. Sudah dimulai dari pelatihan pembuatan pupuk serta penanaman sedang berlangsung, nanti akan dicek hasil produksinya.

Bahkan sudah ada enam kecamatan lainnya yang mendaftar untuk mengikuti pelatihan pembuatan pupuk organik. Jadi total ada sebanyak 11 kecamatan, nanti kita akan berikan pelatihan terkait pupuk organik.

Dhito berjanji akan memantau pelatihan pembuatan pupuk dan memberikan ilmu sampai proses produksi panen. Kami hanya ingin para petani dan Gapoktan cukup hadir dan menyerap ilmunya saja.

Mas Dhito sangat mengapresiasi pembudidayaan tanaman kurma di Kediri yang berhasil tumbuh hingga berbuah. Dhito berpesan agar hal ini terus dijaga.

“Nanti saya akan diskusikan dengan Gus Tain, bagaimana mengembangkan tanaman kurma tersebut,” ucap Dhito.

“Kita harapkan tanaman kurma ini akan berkembang terus dengan pupuk organik. Harus bisa dipakai oleh petani karena sangat baik untuk tanaman,” katanya.

Pemilik tanaman kurma Mustain Ansori yang juga pendiri Pondok Pesantren Pari Ulu dan peneliti tanaman ini menuturkan, kedatangan Mas Dhito memberikan dukungan terhadap pengembangan tanaman kurma yang ke depannya bisa menjadi ikon Kabupaten Kediri.

Disinggung soal keberadaan wisata Husada Telaga Desa Lumbang, Kecamatan Gurah yang belum memiliki izin dari dinas terkait, Dhito menjelaskan, problem sektor pariwisata di tiap daerah hampir sama.

“Seperti biasa akses jalan belum memadai dan penerangan jalan belum ada. Kita akan lakukan pengecekan terkait izinnya. Dan untuk warga di area wisata yang minta pelatihan, nanti akan kita sediakan pelatihannya,” ungkapnya. (das)