Mas Bup Berharap Bulan Agustus Tidak Ada Lagi Jalan Jenglogan sewu

oleh -

Kediri, ArahJatim.com – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana pada hari pertama bekerja meninjau kerusakan jalan raya yang disebut warga sekitar dengan nama Jeglongan Sewu di lingkungan Desa Watugede Kecamatan Puncu Kabupaten Kediri, Senin ( 1/3/2021) petang.

Mas Bup panggilan akrab Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana didampingi Irwan Chandra Plt. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Riang (PUPR) Kabupaten Kediri saat melakukan pengecekan jalan rusak.

Mas Bup mengatakan saat dulu ada perbaikan jalan sepanjang 10 kilometer, tersisa sepanjang 1.7 kilometer, ternyata ada pandemi. Sehingga, anggaran untuk Jalan rusak yang masih tersisa 1.7 kilometer itu, dialokasikan pada penanganan covid 19.

“Pada saat proses pembangunan, pada saat proses penganggaran sudah berjalan sekitar 9 koma sekian kilometer ini ada covid,” kata Mas Dhito.

“Maka dana yang ada ini, dialokasikan oleh pemerintah kabupaten yang sebelumnya, untuk penanganan covid,” sambungnya.

Melihat kondisi ini, Mas Dhito meminta Kepala Dinas PUPR untuk segera di akselerasi perbaikan jalan yang rusak.

“Walaupun cuman tinggal 1,7 tidak ada alasan untuk tidak di perbaiki, percuma jalan yang panjangnya 10 km atau 20 km atau 50 km tapi ada 1 kilometer yang rusak, jadi nggak ada artinya diperbaiki 9 koma sekian km itu,” ujar Mas Bup.

Mas Dhito menjelaskan, apabila akselarasi itu dimulai dalam waktu dekat, diperkirakan tuntas Agustus mendatang.

Saya tanya kira-kira berapa lama proses yang dibutuhkan untuk bisa mengakselerasi ini, kemungkinan kalau sekarang di bulan Maret, April, Mei, Juni, Juli, Agustus sudah jadi harusnya, sudah rapi sudah nggak ada cerita jeglongan sewu di Kabupaten Kediri,” katanya.

Setelah memantau Watugede, Mas Bup mengecek kondisi jalan area Pasar Pranggang di wilayah Kecamatan Plosoklaten.

Ketika berada di persimpangan jalan di area Pasar Pranggang, mengenai perbaikan jalan, Mas Bup menyinggung keberadaan penambang pasir disekitar wilayah setempat.

“Nanti dari titik sini sampai ke atas saya mau cek dulu ijin tambang pasirnya,” katanya sambil menunjuk ke arah timur, jalan menuju arah Desa Sepawon Kecamatan Plosoklaten Kabupaten Kediri.

“Karena persoalan ini, kalau jalan sudah dibangun, tambang pasirnya tidak ditertibkan percuma akan tetap terjadi kerusakan lagi,” jelasnya.

Mas Bup menambahkan, salah satu faktor kerusakan jalan rute Wates-Dermo-Pare adalah adanya tambang pasir, apalagi musim hujan sekarang, potensi kerusakannya semakin besar.

“Disaat pasir kena air hujan maka tonasenya akan bertambah, beratnya akan bertambah, belum lagi truk itu pada saat jalan meneteskan air, sudah neteskan air, berat nah ini yang makin jalannya nggak karu-karuan,” pungkas Mas Bup.(das)