Madiun, ArahJatim.com – Di tengah hiruk pikuk jalur kereta api Jawa, terselip kisah manis tentang bagaimana PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun berhasil menjadi tulang punggung baru bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta masyarakat luas.
Bukan hanya mengangkut penumpang, layanan khusus mereka, Barang Hantaran Paket (BHP), kini menjelma menjadi jembatan harapan yang menghubungkan produk lokal dengan pasar yang lebih luas, cepat, dan aman.
Sepanjang Januari hingga September 2025, angka-angka berbicara lantang. Total 2.749.059 kilogram barang, mulai dari aneka kerajinan, produk pangan, hingga kebutuhan harian, melintasi rel Daop 7 Madiun. Yang paling membanggakan, kinerja ini melonjak signifikan.
Manajer Humas Daop 7 Madiun, Rokhmad Makin Zainul, dengan senyum bangga mengungkapkan, “Kinerja angkutan BHP yang dikirim (naik) di Daop 7 Madiun menunjukkan kenaikan sebesar 25 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Artinya, hampir 301 ribu kilogram barang tambahan yang kami angkut! Ini adalah bukti nyata kepercayaan masyarakat terhadap moda logistik berbasis rel.”
Cerita di Balik Angka-angka: Lebih dari Sekadar Kilogram
Kenaikan 25 persen ini bukan sekadar statistik. Di baliknya, ada kisah para perajin di Kediri yang produknya kini lebih cepat sampai ke Jakarta, atau pedagang di Tulungagung yang dagangannya lebih efisien menjangkau pembeli di Surabaya.
Layanan BHP, yang memanfaatkan rangkaian kereta barang yang dirangkai dengan kereta penumpang, menawarkan janji yang tak bisa ditolak: waktu tempuh yang singkat dan biaya logistik yang efisien.
Rokhmad Makin Zainul menegaskan bahwa KAI tidak hanya menawarkan kecepatan. “Selain cepat dan efisien, moda angkutan ini dinilai lebih aman karena mengurangi risiko kerusakan barang. Tapi yang terpenting, setiap paket yang kami angkut juga berkontribusi pada keselamatan bersama karena mengurangi volume lalu lintas di jalan raya, dan turut serta dalam upaya pengurangan emisi karbon,” jelasnya.
Jangkauan Luas, Dampak Nyata
Layanan BHP kini menjadi denyut nadi logistik di delapan stasiun strategis di wilayah Daop 7 Madiun: Ngawi, Madiun, Nganjuk, Kertosono, Jombang, Kediri, Tulungagung, dan Blitar.Zainul berharap momentum positif ini terus berlanjut.
“Kami mengajak masyarakat, khususnya para pelaku usaha, UMKM, dan komunitas perdagangan, untuk memanfaatkan layanan BHP. Dengan memanfaatkan BHP, perputaran barang dan jasa lokal menjadi semakin cepat dan aktif. Layanan ini terus menjadi bagian dari penggerak ekonomi kerakyatan melalui distribusi produk lokal yang lebih luas dan berdaya saing tinggi,” tutupnya, memberikan penekanan bahwa setiap kereta yang melaju membawa serta harapan dan pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat.
Kesuksesan BHP Daop 7 Madiun ini menegaskan satu hal: rel kereta api, yang awalnya dibangun untuk menghubungkan kota, kini menjadi urat nadi modern yang mempercepat denyut ekonomi rakyat, membuktikan bahwa logistik berbasis rel adalah solusi pengiriman masa depan yang cepat, aman, efisien, dan ramah lingkungan. (das)










