Larangan Mudik Dianggap Rawan Penyelewengan Dalam Penerapannya

oleh -

Jakarta, Arahjatim.com – Setelah putusan Presiden Jokowi dalam menerapkan larangan mudik bagi para pelancong, banyak pro dan kontra dalam putusan tersebut, adanya keterlambatan dalam mengambil tindakan pelarangan mudik disinyalir menjadi pemantik bagi sebagian kalangan untuk menyuarakan pendapatnya.

Salah satu anggota Komisi V DPR RI Irwan meminta pemerintah pusat harus terus memantau penerapan keputusan larangan mudik yang diumumkan Selasa (21/4/2020) agar berjalan efektif.

“Kebijakan Presiden Jokowi harus ditindaklanjuti sampai ke jajaran pemerintahan di tingkat bawah,” ujar Irwan dalam keterangan tertulis, Rabu (22/4/2020).

Ia melanjutkan, jajaran kementerian terkait harus benar-benar mengontrol kebijakan presiden tersebut agar tidak adanya kesalahpahaman dalam menangkap informasi.

“Khususnya, dalam hal ini, Pak Luhut Binsar Panjaitan selaku Menteri Perhubungan Ad Interim,” sambung politikus Partai Demokrat itu.

Dirinya pun berharap perintah larangan mudik itu dijalankan secara konsisten dan ditindaklanjuti jajaran pemerintah di daerah. Menurut Irwan, apabila keputusan itu diterapkan dengan baik, maka dampaknya akan besar dalam upaya memutus rantai penularan coronavirus disease 2019 (Covid-19).

Selain itu, pemerintah juga diminta untuk benar-benar mengawasi penerapan larangan mudik di lapangan, khususnya akses transportasi darat, laut, dan udara.

“Kalau sudah pelarangan mudik, maka akses darat, laut, dan udara di luar angkutan logistik dan yang dikecualikan lainnya, ya harus ditutup dari Jakarta,” imbuh dia.

Sebelumnya, legislator daerah pemilihan Kalimantan Timur itu mengapresiasi keputusan pelarangan mudik dari Presiden Joko Widodo untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Pelarangan mudik tersebut diambil lantaran banyaknya pemudik yang terus berdatangan seiring dengan semakin memburuknya situasi yang ada di kota perantauan.

Penambahan pasien positif covid-19 terus bertambah perharinya, hingga kini terdapat 7.418 orang yang telah postif terjangkit covid-19.