
Lumajang, ArahJatim.com – Diduga tak ada makanan di habitatnya, komplotan kera liar dari Gunung Tambu, turun ke permukiman warga di Desa Condro, Kecamatan Pasirian Lumajang, meski tak menyerang manusia, namun kera ini kerap merusak tanaman dan menyantap buah milik warga, Minggu (17/02/2019).
“Ya cari makan mas, biasanya pisang dikebunnya pak Yono yang dimakan,” ungkap Lilis Sapari, saat ditanya ArahJatim.com.
Menurut kepala desa setempat, populasi kera liar berwarna coklat ini memang kerap turun ke permukiman warga sejak dua pekan terakhir, pada saat pagi dan sore hari.
“Kalau yang turun ke permukiman jumlahnya mencapai puluhan mas, ada yang besar dan ada juga yang kecil warnanya coklat.” papar Kepala Desa Condro, Supirno saat dikonfirmasi.
Baca juga :
- Antisipasi Serangan Susulan, TNI-POLRI Patroli Usir Kera-Kera Liar
- Wakil Bupati Lumajang Indah Amperawati Jenguk Korban Serangan Kera
- Gerombolan Kera Liar Teror Warga, Empat Balita Jadi Korban
Turunnya komplotan kera liar ini membuat aparat kepolisian setempat melakukan pengecekan dan himbauan pada warga agar tak mengganggu habitat kera.
“Kita tahu sebelumnya di wilayah Klakah ada kera yang masuk rumah dan menggigit anak kecil, maka hari ini saya datang untuk melihat langsung dan menghimbau agar warga tak mengganggu habitat kera ini,” kata Kapolres Lumajang, AKBP Muhammad Arsal Sahban.
Meski sudah biasa, namun kali ini turunnya kera liar ini menjadi perhatian sejumlah pihak, termasuk aparat keamanan. karena sebelumnya, di wilayah kecamatan klakah, komplotan kera liar juga turun ke permukiman, bahkan sampai melukai empat balita. (Rokhmad)











