Pamekasan, Arahjatim.com – Pada Eks.PJKA Pamekasan hanya ditempati sebagai kantor dewan kesenian dan hanya ada beberapa pertokoan permanen tempat kuliner yang begitu terkenal, begitu bersih dan tertata. Dengan berjalannya waktu sekarang eks.Tapsiun menjadi lahan prostitusi terselubung, miras dan narkoba.
Semakin hari atensi situasi di eks.Tapsiun semakin memanas setelah adanya penutupan portal dan pemberlakuan jam malam. Akhirnya beberapa tokoh agama, ulama, kiyai, habaib, Pemkab, Forum RT/RW patemon, pemuda dan masyarakat sekitar eks.tapsiun sepakat untuk menutup tempat tersebut dikarenakan lebih banyak hal negatifnya.
KH. Abdul Aziz, Pengasuh Ponpes Al-Inayah Sumber Batu – Pegantenan menegaskan bahwa pihaknya sudah mengundang para kiyai, tokoh agama, habaib, ketua ormas, pemuda, masyarakat sekitar tapsiun ke Ponpes, untuk duduk bersama dalam mendengarkan keluh kesah selama ini dan beberapa bukti foto maupun video temuan dari masyarakat sekitar eks. Tapsiun. Selasa(25/03/2025).
“Akhirnya dalam pertemuan tersebut disepakati bahwa eks. Stasiun akan ditutup untuk dikembalikan kepada fungsi awalnya”,tegas Lora Azis.
“Bahwa pertanggal 25 maret 2025 Pemerintah Kabupaten akan memberikan surat edaran sosialisasi bahwa Tapsiun akan ditutup atau sudah mulai dikosongkan. Untuk menciptakan Pamekasan yang yang kondusif”, pungkasnya.
“Kami atas nama Ulama, Kiyai, Habaib, masyarakat mengucapkan banyak terima kasih kepada Bapak Bupati Pamekasan, Polres Pamekasan yang dudah mau merespon keluh kesah dari masyarakat dalam melayani aduan masyarakat, sehingga Pamekasan insya Allah menjadi kondusif dan barokah”, imbuhnya.(Ndra)










