Banyuwangi, ArahJatim.com – Kebakaran hebat yang terjadi di kawasan hutan Gunung Ijen dan Gunung Rante di Banyuwangi sejak dua hari lalu hingga kini masih belum sepenuhnya padam. Bahkan Gunung Merapi Ungup-Ungup yang posisinya berada di timur Gunung Ijen saat ini, Senin (21/10/2019) siang juga ikut terbakar.
Kencangnya angin dan banyaknya ranting pohon yang mengering di lokasi kejadian membuat api dengan cepat menjalar ke kawasan hutan konservasi tersebut. Kepulan asap tampak menyelimuti Gunung Merapi Ungup-Ungup sejak Senin siang.
Api terpantau bergerak dari lereng gunung menuju puncak gunung yang memiliki ketinggian 2.789 meter di atas permukaan laut (MDPL). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi mencatat, luasan lahan yang terbakar di tiga gunung sudah mencapai sekitar 500 hektare lebih.
Luasan lahan yang terbakar tersebut diprediksi akan terus bertambah mengingat hingga kini api belum juga bisa dipadamkan. Di kawasan Pos Paltuding Gunung Ijen yang sebelumnya porak poranda akibat diterpa badai angin kencang, kali ini juga tak luput dari amukan si jago merah.
Baca juga:
- Gunung Rante Terbakar Hebat, Empat Pendaki Dikabarkan Terjebak.
- Evakuasi 4 Mahasiswa Pendaki Di Gunung Rante Berlangsung Dramatis.
- Inilah Penyebab Hutan Gunung Rante Terbakar Hebat.
Selain membakar semak-semak dan pepohonan, api juga membakar beberapa warung, dan tempat timbangan belerang yang ada di sekitar loket pintu masuk Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Gunung Ijen. Bahkan sepeda motor milik penambang belerang yang terparkir di gudang penimbangan belerang dikabarkan juga ludes terbakar.
Tim SAR gabungan TNI/Polri dan relawan hingga kini masih terus mencoba melakukan proses pemadaman menggunakan alat seadanya dan mobil Damkar dari Pemkab Banyuwangi. Meski begitu, api tetap saja susah dikendalikan lantaran alat pemadam yang digunakan tidak sebanding dengan besarnya api yang membakar lahan.
“Api merembet ke kawasan hutan konservasi Gunung Merapi Ungup-Ungup. Ada ratusan hektare lahan di tiga gunung itu yang terbakar. Diperkirakan ada sekitar 500 hektare, mungkin bisa lebih karena api terus bergerak,” kata Eka Muharam, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Banyuwangi.

Sementara itu, tim SAR dibantu para pegiat wisata di Gunung Ijen terus melakukan proses evakuasi pohon-pohon yang tumbang berserakan akibat diterpa badai angin kencang. Selain itu, puing puing kebakaran di kawasan tersebut juga mulai dibersihkan oleh petugas dan warga sekitar.
Hingga Senin malam, titik api masih terlihat membara di puncak Gunung Merapi Ungup-Ungup. Kobaran api juga tampak terlihat jelas dari pusat kota Banyuwangi saat malam hari, meskipun letak gunung cukup jauh dari wilayah perkotaan.
Untuk kepentingan keselamatan, jalur pendakian di tiga gunung tersebut untuk sementara waktu masih ditutup.
“Kawasan Pos Paltuding Ijen maupun Pos Gunung Rante harus steril dari wisatawan maupun penambang belerang agar tidak jadi korban kebakaran hutan. Selain api, bahaya asap juga sangat mengganggu pernapasan,” pungkas Eka Muharam. (ful)











