Pamekasan, ArahJatim.com – Kebakaran hebat menghanguskan sebuah toko sekaligus gudang penyimpanan barang bekas alat-alat (loak) perkantoran yang berada di Desa Samatan, Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan, Selasa (5/4/22) malam.
Besarnya kobaran api yang membuat kabel listrik di atasnya putus, membuat masyarakat sekitar panik.
Masyarakat menyayangkan tiadanya bantuan dari pihak PDAM Pamekasan mengingat kurangnya pasokan air untuk memadamkan api. Sehingga terdengar teriakan masyarakat dalam bahasa Madura, “Pola tangkinah PDAM mogok kabbhi”, yang berarti “Mungkin mobil tangkinya PDAM mogok semua”.
PusdalOps BPBD Kabupaten Pamekasan, Budi Cahyono menerangkan bahwa pihaknya menerima laporan kebakaran tersebut pada pukul 21.30 wib dan langsung bergerak bersama Damkar ke lokasi.
“Setelah mendapat laporan dari Kepala Desa Samatan, kami langsung meluncur dan hanya dalam waktu 10 menit kami sudah tiba di TKP,” ujarnya.
Budi Cahyono menjelaskan, tim Damkar langsung bergerak melokalisir titik api dibantu BPBD, Polisi, TNI, FRPB, PMI, Brantas, PLN dan masyarakat sekitar untuk menjinakkan si jago merah. Namun pihaknya terkendala kurangnya armada penyuplai air (tangki) untuk damkar, mengingat sumber air cukup jauh dari tempat kejadian.
“Pemkab Pamekasan telah mengerahkan dua mobil damkar, dua tangki penyuplai, tiga tangki BPBD untuk memadamkan api. Namun saking besarnya api dan bahan material yang mudah terbakar, kami bersama tim Damkar (baru) mampu menjinakkan si jago merah dalam waktu dua jam. Kami tetap melakukan pendinginan sampai pukul. 03.30 wib,” ujar Budi.
Budi melanjutkan, lahan usaha loak yang terbakar adalah milik Marsito (60). Penyebab kebakaran diduga akibat korsleting atau hubungan pendek arus listrik dari dalam toko.
“Kerugian untuk sementara diperkirakan Rp700 juta, dengan rincian satu mobil Inova (2008), satu mobil pikap (2005), dua buah sepeda motor, peralatan kantor, kafe, rumah siap jual dan kayu-kayu bahan bangunan,” imbuhnya. (ndra)










